IHSG Naik 1,37 Persen ke Level 6.319 dan Berpotensi Uji Level 6.400

Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:20:57 WIB
Ilusrasi pasar saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau. Indeks tercatat menguat 1,37% hingga menyentuh level 6.319,61.

Laju penguatan IHSG didorong oleh perpaduan sentimen global serta kondisi makroekonomi dalam negeri yang stabil, termasuk meredanya kekhawatiran geopolitik.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa IHSG secara teknikal berada dalam fase akumulasi yang berpotensi melanjutkan tren bullish.

“Secara teknikal, tren pergerakan IHSG berada dalam periode akumulasi prior dalam rangka ekspansi dengan membentuk momentum bullish,” ujar Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, beberapa indikator teknikal seperti Stochastic dan RSI masih memberikan sinyal negatif meskipun ditopang penguatan volume transaksi.

Secara fundamental, tingkat valuasi pasar saham di Indonesia dinilai masih sangat menarik jika dibandingkan dengan pasar regional.

“Valuasi saham Indonesia relatif menarik dengan P/E di level 9,30 kali, sehingga masih berpotensi menarik minat investor secara bertahap,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Faktor eksternal yang memberikan sentimen positif berasal dari meredanya ketegangan geopolitik pascapernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai rencana negosiasi dengan Iran. Langkah tersebut turut menekan harga minyak dunia.

Penurunan harga minyak dunia tersebut dinilai membantu menekan risiko inflasi global sehingga mendorong minat pemodal pada aset berisiko seperti saham.

Dari dalam negeri, laju inflasi Indonesia yang terkendali berhasil menjaga stabilitas moneter serta daya beli masyarakat.

Para pelaku pasar juga terus memperhatikan kebijakan fiskal pemerintah serta perkembangan suksesi Gubernur Bank Indonesia.

Nafan menambahkan bahwa rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal II-2026 turut ditunggu oleh pelaku pasar sebagai pendorong tambahan.

Untuk perdagangan Rabu (5/8/2026), Nafan memprediksi IHSG bergerak dengan kecenderungan menguat.

“IHSG berpotensi bergerak pada support di 6.254 dan 6.130, serta resistance di 6.358 dan 6.454,” paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Nafan menyarankan para pemodal untuk mulai melakukan tindakan akumulasi secara selektif.

“Akumulasi pada saham dengan fundamental solid, fokus pada saham undervalued dan yang menunjukkan pembalikan tren, serta tetap disiplin dalam manajemen risiko,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pendapat serupa disampaikan Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang yang menilai penguatan IHSG berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

“IHSG rebound dan ditutup di atas level 6.300,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alrich menyebutkan bahwa secara teknikal terlihat pelebaran histogram positif MACD dan petunjuk reversal pada Stochastic RSI.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji resistance di level 6.350 hingga 6.400,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meski demikian, Alrich memberikan peringatan terkait beberapa sentimen yang wajib diwaspadai, seperti pergerakan nilai tukar rupiah dan harga minyak.

Selain itu, para pemodal sedang menunggu rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang diperkirakan melambat ke level 5,1% secara tahunan.

Berlandaskan beragam sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatannya meski tetap membayangi volatilitas pasar.

Para pemodal dianjurkan untuk terus mencermati dinamika global serta rilis data ekonomi yang dapat memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Tags

Terkini