Bayar Dividen Interim Rp1,19 Triliun, Harga Saham TAPG Melonjak 5 Persen

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:39:14 WIB
Ilusrasi saham tapg (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memutuskan membagikan dividen interim sebesar Rp1,19 triliun atau Rp60 per saham dari tahun buku 2026. Keputusan ini langsung memicu kenaikan harga saham emiten perkebunan kelapa sawit tersebut.

Keputusan pembagian dividen interim saham TAPG ini ditetapkan melalui Keputusan Sirkuler Direksi sebagai pengganti rapat direksi pada 29 Juli 2026. Persetujuan dari Dewan Komisaris juga telah diperoleh melalui Keputusan Sirkuler pada 30 Juli 2026.

Pihak manajemen TAPG menyampaikan bahwa total dividen interim yang dibagikan kepada para pemegang saham mencapai maksimal Rp1.191.152.400.000.

"Telah diputuskan bahwa perseroan akan membagikan dividen interim maksimal sebesar Rp1.191.152.400.000 atau Rp60 per saham," tulis manajemen TAPG dalam keterbukaan informasi, Senin (3/8) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada perdagangan Senin 3 Agustus 2026, harga saham TAPG melesat ke level Rp1.840, naik 90 poin atau 5,14% secara harian. Jika dihitung sejak awal tahun 2026, harga saham perusahaan milik TP Rachmat ini telah terakumulasi naik 330 poin atau 21,85%.

Berdasarkan harga penutupan saham TAPG di level Rp1.840 per saham pada perdagangan Senin (3/8), pembagian dividen ini menawarkan potensi dividend yield sekitar 3,26%.

Pembayaran dividen interim kepada pemegang saham dijadwalkan akan direalisasikan pada 31 Agustus 2026.

Adapun jadwal pembagian dividen interim PT Triputra Agro Persada Tbk dimulai dari cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 11 Agustus 2026, dilanjutkan ex dividen pada 12 Agustus 2026. Sementara itu, cum dividen di pasar tunai serta recording date jatuh pada 13 Agustus 2026, ex dividen pasar tunai pada 14 Agustus 2026, dan pembayaran dividen dilakukan pada 31 Agustus 2026.

Para investor yang ingin mendapatkan hak atas dividen ini wajib mengempit saham TAPG paling lambat saat batas akhir perdagangan cum dividen di pasar reguler pada 11 Agustus 2026.

Aksi pembagian dividen interim ini didukung oleh pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang semester I-2026.

Hingga 30 Juni 2026, TAPG meraih pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp5,85 triliun, tumbuh 6,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,50 triliun.

Penjualan produk kelapa sawit dan turunannya mendominasi pendapatan perseroan dengan nilai mencapai Rp5,84 triliun. Di sisi lain, segmen produk karet dan turunannya memberi kontribusi pendapatan sebesar Rp14,68 miliar.

Dari sisi perolehan laba, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,04 triliun pada semester I-2026, atau melonjak 20,43% secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan laba bersih yang signifikan ini menjadi pendorong utama keputusan perseroan untuk menyalurkan dividen interim kepada para pemegang saham.

Tags

Terkini