Kinerja Solid, Laba ACES Melonjak 33,3 Persen di Semester I 2026

Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:39:14 WIB
Ilusrasi aces (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) atau AHI konsisten memperlihatkan tren bisnis yang positif didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta strategi ekspansi yang berkelanjutan.

Perseroan terus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hobi, dan gaya hidup melalui penguatan fundamental bisnis, peningkatan operasional, serta perluasan jaringan di wilayah strategis.

Sebagai entitas ritel multi-brand, AHI (ACES) mengelola sejumlah merek ternama seperti AZKO, ATARU, Pendopo, dan NEKA, di samping Toys Kingdom yang berada di bawah naungan anak usahanya.

Sepanjang semester I-2026, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) berhasil mencatatkan penguatan kinerja keuangan secara signifikan. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 33,3% menjadi Rp 390,3 miliar, sementara laba usaha mengalami peningkatan 32,3% hingga mencapai Rp 509,8 miliar.

Perolehan omzet atau penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp 4,5 triliun, tumbuh 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh Same Store Sales Growth (SSSG) sebesar 2,2% secara year-on-year per Juni 2026, disokong oleh program AZKO BOOM SALE serta optimalisasi layanan omnichannel.

Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, Gregory S. Widjaja, menyampaikan bahwa capaian positif tersebut menggambarkan arah perkembangan bisnis yang semakin baik demi mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Kami akan terus berupaya menghadirkan inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengembangkan kapabilitas bisnis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan serta seluruh pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri ritel Indonesia,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada penutupan sesi I perdagangan 4 Agustus, harga saham ACES berada di posisi stagnan Rp 350. Volume perdagangan mencatatkan 12,36 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 1.316 kali dengan total nilai Rp 4,34 miliar.

Secara year-to-date (ytd), pergerakan saham ACES mengalami penurunan sebesar 14,63%.

Melihat indikator valuasi, harga saham ACES saat ini terbilang cukup murah. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) ACES berada di level 0,94 kali, atau berada di bawah -1 PBV standard deviation 3 tahun terakhir yang sebesar 1,17 kali.

Selain itu, price earning ratio (PER) tercatat sebesar 7,82 kali (TTM), yang juga berada di bawah -1 PE standard deviation 3 tahun terakhir sebesar 9,45 kali.

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas (Mansek) menilai laju pendapatan AHI sedikit melambat pada kuartal II-2026 (2Q26) akibat penyesuaian pertumbuhan SSSG pasca tingginya permintaan pada kuartal I-2026 (1Q26), meski hasil kumulatif semester I-2026 (1H26) masih sejalan dengan target manajemen.

Margin kotor mengalami perbaikan setelah perusahaan melakukan penyesuaian harga untuk mengimbangi kenaikan biaya operasional, walaupun tekanan operating leverage membuat margin EBIT sedikit tergerus.

“Secara keseluruhan, laba bersih melampaui ekspektasi, didukung oleh keuntungan selisih kurs,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Broker efek tersebut memberikan rekomendasi buy untuk saham ACES dengan target harga sebesar Rp 450.

Tags

Terkini