IHSG Dibuka Menguat 0,32 persen Ditopang Sentimen Asia dan Wall Street

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:36:26 WIB
Ilusrasi pasar saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau seiring mengalirnya sentimen positif dari pasar saham Asia yang mengekor reli Wall Street.

Berdasarkan data RTI pukul 09.05 WIB, IHSG melesat 0,32 persen atau bertambah 19,67 poin menuju level 6.254,17. Pergerakan ini ditopang oleh 313 saham yang menguat, sementara 130 saham melemah dan 227 saham stagnan.

Volume perdagangan tercatat mencapai 2,56 miliar saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp 866 miliar.

Laju IHSG disokong oleh kenaikan di sembilan indeks sektoral. Sektor IDX Basic mencatat penguatan tertinggi yakni 1,00 persen, disusul IDX Property yang naik 0,70 persen dan IDX Infrastructure bertambah 0,32 persen.

Pada jajaran saham LQ45, PT Indika Energy Tbk (INDY) memimpin penguatan sebesar 3,42 persen ke level Rp 2.420 per saham. Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 3,31 persen ke Rp 2.810 dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menguat 1,94 persen ke Rp 525.

Di sisi lain, saham LQ45 yang mengalami tekanan paling dalam adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang terdepresiasi 1,85 persen ke Rp 1.860. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mengekor dengan penurunan 1,53 persen ke Rp 1.285, diikuti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,09 persen ke Rp 2.710.

Sentimen pasar dari dalam negeri masih ditopang oleh kinerja sektor manufaktur Indonesia yang bertahan di area ekspansi.

Indeks PMI Manufaktur Indonesia periode Juli berada di level 50,2, sedangkan laju inflasi tahunan terjaga di angka 2,88 persen.

Namun demikian, laju IHSG berpotensi tertahan akibat defisit neraca perdagangan yang mencapai US$ 450 juta.

Fokus para pelaku pasar selanjutnya akan tertuju pada kelanjutan rilis laporan keuangan emiten semester I 2026 dan negosiasi AS-Iran yang diharapkan meredakan gejolak harga minyak. Selain itu, dinamika ekonomi global di tengah ancaman perlambatan juga tetap menjadi perhatian.

Pasar regional turut memberikan sentimen positif, di mana bursa Asia menguat tipis pada Selasa pagi memanfaatkan dorongan data manufaktur AS bulan Juli yang menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Indeks MSCI Asia-Pacific di luar Jepang mencatatkan kenaikan 0,1 persen yang didorong oleh lonjakan bursa Korea Selatan hingga 2,1 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,3 persen dan kontrak berjangka S&P 500 E-mini menguat tipis 0,1 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Head of Research Pepperstone Group Chris Weston menyampaikan bahwa kondisi pasar global saat ini menunjukkan perbaikan sentimen.

"Pasar aset berisiko jelas telah berbalik arah. Jika sentimen positif dari bursa Eropa dan AS berlanjut, pembeli kemungkinan akan kembali aktif sejak awal sesi dan menopang aset-aset berisiko di kawasan Asia," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Tags

Terkini