Wall Street Menguat Senin 3 Agustus Dow Jones Rekor Tertinggi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:36:25 WIB
Ilusrasi pasar saham as (FOTO: NET)

JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) mengawali perdagangan Agustus dengan hasil positif pada Senin (3/8/2026).

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada rekor penutupan tertinggi karena optimisme meredanya ketegangan AS-Iran yang menekan harga minyak serta imbal hasil obligasi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 693,38 poin atau 1,32 persen ke level 53.178,41 dan mencetak rekor tertinggi penutupan.

Sementara itu, S&P 500 naik 110,78 poin atau 1,48 persen ke 7.600,50 dan Nasdaq Composite melesat 540,04 poin atau 2,13 persen ke 25.913,90.

Pasar saham sempat tertekan sepanjang Juli akibat kecemasan prospek industri AI, konflik AS-Iran, serta arah suku bunga The Fed.

Di sisi lain, saham Bristol Myers Squibb naik tipis 0,2 persen pasca beredarnya rumor pembicaraan awal merger bersama AstraZeneca.

Kesepakatan tersebut berpotensi membentuk salah satu perusahaan farmasi terbesar dunia dengan valuasi mendekati US$ 400 miliar jika terwujud.

Sebaliknya, saham operator hotel Marriott International merosot 7 persen setelah proyeksi laba kuartal ketiganya berada di bawah ekspektasi pasar.

Sentimen positif hadir usai Presiden AS Donald Trump pada Minggu (2/8) menyampaikan perundingan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz digelar Senin.

Meskipun demikian, pihak Iran menampik adanya rencana perundingan tersebut.

Harga minyak mentah ditutup merosot sekitar 5 persen yang berimbas pada penekanan yield Treasury AS.

Penurunan tersebut terjadi saat pelaku pasar mencermati peluang kenaikan suku bunga oleh Fed jika konflik dengan Iran memanjang.

"Setiap hari investor bangun dan melihat harga minyak serta yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun. Jika keduanya turun, pasar cenderung positif. Namun jika naik, sentimen pasar langsung memburuk," ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth, Art Hogan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menambahkan, musim laporan keuangan biasanya membuat investor mengabaikan risiko makroekonomi, namun kondisi kali ini berbeda akibat ketidakpastian global.

Sektor layanan komunikasi menjadi penopang utama kenaikan S&P 500 dengan lonjakan 4,3 persen berkat penguatan saham Meta Platforms dan Alphabet.

Sebaliknya, sektor energi berkinerja paling buruk setelah turun 1,2 persen seiring anjloknya harga minyak.

Laporan keuangan emiten terus memberi dorongan positif bagi pergerakan pasar.

Berdasarkan data LSEG, laba dari 304 perusahaan S&P 500 yang telah melapor hingga Jumat lalu tumbuh rata-rata 29,3 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan 85,2 persen melampaui ekspektasi.

Saham Amazon menguat 4,6 persen usai kapitalisasi pasarnya menembus US$ 3 triliun untuk pertama kali menyusul laporan kinerjanya.

Sementara saham SpaceX melonjak 5,6 persen menjelang publikasi laporan keuangan kuartalan pertamanya sebagai perusahaan terbuka pada Selasa.

Saham perusahaan tersebut sempat diperdagangkan di bawah harga IPO sebesar US$ 135 selama hampir tiga pekan sejak melantai pertengahan Juni.

Investor turut menantikan laporan keuangan perusahaan terkait AI seperti AMD, SanDisk, dan Western Digital.

Presiden Federal Reserve New York John Williams menyatakan optimisme bahwa tekanan inflasi bakal terus mereda secara bertahap.

Namun, pasar turut mencermati laporan pekan lalu mengenai usulan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mengurangi frekuensi rapat penetapan suku bunga yang memicu kecemasan arah kebijakan moneter.

Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang 64,5 persen bahwa The Fed menaikkan suku bunga minimal 25 basis poin pada pertemuan September mendatang.

Sepanjang pekan ini, investor mencermati serangkaian data pasar tenaga kerja AS yang berpuncak pada laporan ketenagakerjaan pemerintah Jumat mendatang.

Dari sisi perdagangan, saham menguat mengungguli saham melemah dengan rasio 2,62 banding 1 di NYSE dan 3,01 banding 1 di Nasdaq.

Di S&P 500 tercatat 15 saham menyentuh level tertinggi baru dalam 52 pekan dan satu saham mencatat level terendah baru.

Sementara di Nasdaq, 121 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 96 saham menyentuh level terendah baru.

Volume transaksi di seluruh bursa saham AS mencapai 19,36 miliar saham, lebih tinggi dibanding rata-rata 17,66 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir

Tags

Terkini