Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45, NCKL Naik 4,47 Persen

Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:36:25 WIB
Ilusrasi Perdagangan saham anggota indeks LQ45 (FOTO: NET)

JAKARTA – Perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Agustus 2026 menjadi awal diberlakukannya komposisi anyar. BEI secara resmi mendepak PT Semen Indonesia (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara (TOWR), lalu memasukkan PT Indika Energy (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) hingga 30 Oktober 2026.

Perubahan tersebut langsung tecermin dalam rekapitulasi PER terendah dan tertinggi hari ini. Total transaksi bursa menembus Rp14,4 triliun, sedangkan investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) dari sisi volume sebesar 1,02 miliar saham maupun nilai senilai Rp707,6 miliar.

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) mengukur perbandingan harga saham terhadap laba bersih per lembar sahamnya. Sementara itu, rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan aset bersih perusahaan per saham.

PT Trimegah Bangun Persada (NCKL) yang baru debut di indeks ini langsung memimpin kenaikan tertinggi sebesar 4,47%. PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) turut menguat masing-masing 1,43% dan 1,40%, sedangkan PT Hartadinata Abadi (HRTA) mengalami penurunan terbesar yaitu 1,08%.

Berbeda dengan NCKL, PT Indika Energy (INDY) yang juga pendatang baru justru terperosok 11,03% pada hari pertama perdagangannya di LQ45. Di kelompok yang sama, PT Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,39%, disusul PT Merdeka Battery Materials (MBMA) sebesar 1,98%, serta PT Barito Pacific (BRPT) yang melemah 1,36%.

Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan PT Merdeka Copper Gold (MDKA) bergerak stagnan tanpa perubahan harga. PT Bumi Resources (BUMI) turut terangkat 1,82%, melengkapi tren penguatan sejumlah saham tambang di kelompok PER tertinggi.

Tags

Terkini