Laba GOTO Semester I 2026 Naik, Saham Rp 50 Per Saham Layak Beli?

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:09:29 WIB
Ilustrasi saham goto (FOTO: NET)

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil menjaga pertumbuhan kinerjanya pada semester I-2026 dengan meraih laba usaha sekaligus laba bersih. Kendati kinerjanya positif, harga saham GOTO tetap tertahan di angka Rp 50 per saham yang merupakan batas bawah perdagangan di BEI.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan mengenai kelayakan saham GOTO untuk dikoleksi investor.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, GOTO berhasil meraup pendapatan bersih sejumlah Rp 10,99 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 28,45 persen YoY jika dibandingkan dengan perolehan Rp 8,55 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Penyumbang pendapatan terbesar berasal dari layanan pengiriman yang mencapai Rp 3,2 triliun atau naik 16,48 persen YoY. Selanjutnya, pendapatan dari imbalan jasa tercatat mencapai Rp 3,15 triliun.

GOTO juga mengantongi lonjakan pendapatan pinjaman secara signifikan hingga Rp 2,7 triliun atau naik 64,67 persen YoY. Sementara itu, pendapatan imbalan jasa e-commerce tercatat Rp 550,72 miliar dan pendapatan imbalan iklan sebesar Rp 254,45 miliar.

Sepanjang semester I-2026, perseroan turut membukukan pendapatan lain-lain sejumlah Rp 1,12 triliun.

Di sisi lain, beban dan biaya usaha GOTO membengkak 16,87 persen YoY menjadi Rp 10,21 triliun dari posisi Rp 8,73 triliun pada semester I-2025.

Kendati demikian, kenaikan pendapatan tetap mampu mendongkrak perbaikan profitabilitas perseroan. Dari operasionalnya, GOTO mencetak laba usaha Rp 781,88 miliar pada semester I-2026, berbalik dari posisi rugi usaha Rp 171,59 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi bottom line, GOTO sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 607,48 miliar. Capaian ini membaik dari semester I-2025 di mana emiten teknologi tersebut menanggung rugi bersih Rp 580,01 miliar.

Sementara itu, nilai total aset perseroan per 30 Juni 2026 berada di angka Rp 47,47 triliun. Jumlah total ekuitas dan liabilitas secara kumulatif juga menyentuh Rp 47,47 triliun.

Meskipun pergerakan harga saham masih tertahan di angka Rp 50 per saham, konsensus analis tetap menunjukkan pandangan optimis atas prospek GOTO.

Merujuk pada konsensus Bloomberg, terdapat 24 perusahaan sekuritas yang memberi rekomendasi buy untuk saham GOTO. Selain itu, tujuh sekuritas merekomendasikan hold dan tidak ada analis yang memberi saran jual.

Rata-rata target harga saham GOTO pada konsensus Bloomberg berada di posisi Rp 80 per saham. Mengingat harga penutupannya masih di level Rp 50, target ini mengindikasikan potensi penguatan sekitar 60 persen.

Pergerakan harga saham GOTO sendiri cenderung stagnan di posisi Rp 50 dalam rentang dua bulan terakhir. Tekanan harga ini muncul pascapemerintah merilis aturan pemotongan komisi aplikasi ojek online roda dua menjadi 8 persen yang berlaku mulai 1 Juli 2026.

Walau begitu, beberapa rumah riset konsisten memegang pandangan positif terhadap saham GOTO. Maybank Sekuritas menyematkan rekomendasi buy dengan target harga Rp 80 per saham, sedangkan Morgan Stanley menetapkan rekomendasi equal weight pada target Rp 79 per saham.

Selanjutnya, UOB Kay Hian Sekuritas beserta BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy pada target harga Rp 78 dan Rp 70 per saham. Sementara Macquarie menyematkan rekomendasi outperform berpatokan target harga Rp 72 per saham.

Equity Research Analyst OCBC Sekuritas Gani menyampaikan bahwa dominasi rekomendasi beli dari konsensus analis didasari oleh fundamental perseroan yang dinilai solid. Selain itu, potensi penurunan harga saham dianggap makin terbatas karena telah berada di level Rp 50.

"Konsensus analis sekarang memang masih condong ke buy, karena selain fundamental juga harga sudah di level Rp 50 per saham, risiko penurunan juga sangat rendah," ujar Gani, Selasa (28/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai tingkat harga saham saat ini tergolong menarik bagi titik masuk investor yang berorientasi jangka menengah hingga panjang. Meski demikian, para pelaku pasar diimbau tetap mencermati tingkat likuiditas perdagangan saham GOTO yang belakangan ini menyusut.

Tercatatnya perbaikan kinerja keuangan, dominasi rekomendasi beli analis, serta potensi apresiasi harga berdasarkan konsensus pasar membuat saham GOTO tetap menarik untuk dipantau. Kendati demikian, investor disarankan mempertimbangkan aspek likuiditas serta dampak regulasi pemerintah terhadap bisnis perseroan sebelum mengambil tindakan investasi.

Terkini