Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 Terbaru, BUMI dan BRPT

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:09:29 WIB
Ilustrasi Saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Perdagangan saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juli 2026 masih dibayangi pelemahan yang meluas. Kondisi ini meneruskan tren penurunan yang telah terjadi pada sesi perdagangan sebelumnya.

Nilai keseluruhan transaksi di bursa melonjak drastis hingga menyentuh Rp23,0 triliun, meningkat pesat dibanding posisi sehari sebelumnya yang bernilai Rp10,9 triliun.

Meski demikian, lonjakan nilai tersebut utamanya didorong oleh aktivitas perdagangan di pasar negosiasi yang menorehkan angka Rp10,8 triliun. Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat di pasar reguler berada di level Rp12,2 triliun.

Pemodal asing membukukan aksi beli bersih dalam jumlah sangat besar, baik dari segi volume yang mencapai 4,68 miliar saham maupun nilai senilai Rp8,97 triliun. Namun, besarnya nominal ini dipengaruhi secara signifikan oleh tingginya volume transaksi di pasar negosiasi.

Rasio harga terhadap laba (price earning ratio/PER) menggambarkan perbandingan harga saham terhadap perolehan laba bersih per lembarnya. Adapun rasio harga terhadap nilai buku (price to book value/PBV) mengukur nilai pasar saham dibandingkan dengan total aset bersih perusahaan per lembar.

PT Hartadinata Abadi (HRTA) memimpin koreksi di kelompok ini setelah merosot 1,85 persen, disusul PT Aneka Tambang (ANTM) yang melemah 1,73 persen dan melanjutkan penurunan dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) beserta PT Indofood Sukses Makmur (INDF) menjadi dua saham yang berhasil bertahan di zona hijau dengan kenaikan masing-masing 0,96 persen dan 0,36 persen.

PT Bank Mandiri (BMRI) kini merangsek ke dalam jajaran saham ber-PER terendah, menggeser posisi PT Sarana Menara Nusantara (TOWR).

PT Bumi Resources (BUMI) mencatatkan depresiasi tertajam di antara seluruh 20 saham gabungan sebesar 3,64 persen, meloloskan tren pelemahan dari sesi sebelumnya.

Sebaliknya, PT Barito Pacific (BRPT) menjadi satu-satunya saham yang sanggup melaju positif di kelompok ini dengan penguatan 2,29 persen. Hasil ini memperpanjang tren kenaikan dari hari sebelumnya di tengah maraknya tren penurunan saham lain.

PT Semen Indonesia (SMGR) berbalik terkoreksi 1,35 persen setelah sempat menguat pada sesi sebelumnya. Walau demikian, saham ini masih memegang predikat PBV terendah di antara 20 saham gabungan sebesar 0,23 kali.

PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tidak beranjak dari level harga Rp50 hari ini. Volume perdagangannya meningkat menjadi 117,7 juta saham dibanding 23,4 juta saham pada perdagangan sebelumnya, kendati pergerakan harganya bergerak stagnan.

Terkini