Laba Bersih PT Vale Indonesia Melonjak 313 persen di Semester I 2026

Kamis, 30 Juli 2026 | 20:09:29 WIB
Ilustrasi PT Vale Indonesia (FOTO: NET)

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) meraup laba bersih sebesar US$ 104,37 juta selama semester I-2026. Capaian laba bersih tersebut melonjak 313% dari US$ 25,24 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, kenaikan laba INCO didorong oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai US$ 543,06 juta serta penurunan beban pokok pendapatan menjadi US$ 390,78 juta. Pada enam bulan pertama tahun 2025, pendapatan Vale Indonesia tercatat US$ 426,73 juta dengan beban pokok pendapatan US$ 396,58 juta.

Dengan demikian, laba bruto Vale Indonesia berada di posisi US$ 152,28 juta sepanjang Januari-Juni 2026. Angka tersebut meroket 404% dari US$ 30,15 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pihak manajemen INCO menyampaikan bahwa PT Vale mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal II-2026, didukung oleh peningkatan produksi, penguatan harga nikel, serta pelaksanaan operasional yang disiplin. Produksi nikel matte meningkat 19% secara triwulanan (qoq) menjadi 16.153 ton, sedangkan volume penjualan tetap stabil di 13.932 ton.

Perseroan diuntungkan oleh kenaikan harga realisasi rata-rata nikel matte menjadi US$ 14.765 per ton atau naik 4% qoq, yang turut mendorong pendapatan mencapai US$ 290 juta pada kuartal II-2025 atau naik 15% dibandingkan 1T26.

Dari sisi biaya, biaya tunai pokok penjualan nikel matte tetap kompetitif di level US$ 10.005 per ton pada 2T26, membaik dibandingkan US$ 10.382 per ton pada 1T26 yang mencerminkan disiplin perseroan. Pada bisnis bijih nikel, biaya tunai per unit tetap stabil, yaitu US$ 21 per ton di Bahodopi dan US$ 7 per ton di Pomalaa, termasuk biaya royalti serta logistik.

Secara khusus, operasional Pomalaa memperoleh manfaat dari optimalisasi biaya tunai lebih lanjut, yang didorong oleh peningkatan volume penjualan seiring peningkatan kapasitas operasi.

Terkini