NEW YORK – Indeks utama Wall Street ditutup merosot tajam pada akhir sesi perdagangan usai Federal Reserve menetapkan suku bunga tetap. Penurunan ini turut dipicu oleh melemahnya saham-saham chip berbasis AI jelang rilis laporan keuangan triwulanan Microsoft serta Meta Platforms, yang membuat indeks Nasdaq 100 terkoreksi 11 persen dari rekor tertingginya pada Juni.
Merujuk pada data bursa, indeks S&P 500 melemah 1,52 persen ke posisi 7.316,15. Sementara itu, Nasdaq merosot 1,74 persen menuju 24.442,94 dan Dow Jones Industrial Average terkikis 2,19 persen ke level 51.594,14.
Sektor industri memimpin pelemahan pada delapan dari 11 indeks sektoral S&P 500 dengan penurunan sebesar 3,24 persen, disusul sektor teknologi informasi yang terperosok 2,5 persen. Total volume perdagangan saham di bursa AS mencatatkan angka 17,7 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 sesi terakhir sebesar 17,3 miliar saham.
Keputusan The Fed menahan suku bunga acuan pada rentang 3,50%-3,75% diwarnai perbedaan pendapat dari tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang lebih menginginkan kenaikan 0,25 persentase poin. Kondisi tersebut menekan indeks acuan S&P 500 hingga menyentuh level terendah dalam sebulan, sedangkan Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi turun sekitar 9 persen dari rekor puncak Juni.
Indeks Nasdaq 100 yang memuat perusahaan non-keuangan paling bernilai di bursa Nasdaq juga terkoreksi 2,1 persen. Penurunan tersebut memperpanjang tren pelepasan saham-saham terkait AI akibat kekhawatiran pelaku pasar atas besarnya pengeluaran modal perusahaan.
Mayoritas investor sebelumnya telah memperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga pada level saat ini. Apalagi, tingkat inflasi telah berada di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun dan terus merangkak naik hingga bulan lalu dipicu lonjakan harga bahan bakar serta pangan global akibat konflik di Timur Tengah.
“The Fed mempertahankan suku bunga saat ini, seperti yang diharapkan. Namun, pertanyaan yang lebih besar sekarang adalah, seberapa besar tekanan yang akan mereka miliki untuk menaikkan suku bunga pada bulan September? Inflasi sedang tinggi dan dengan melonjaknya harga minyak mentah, pasar memperkirakan kenaikan suku bunga berikutnya memang akan terjadi pada bulan September,” kata Ryan Detrick, kepala strategi pasar di Carson Group sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di sisi lain, kekhawatiran melingkupi para investor lantaran perusahaan-perusahaan raksasa AS terus mengucurkan dana miliaran dolar ke investasi pengembangan AI yang berisiko tergerusnya arus kas bebas.
Saham Meta Platforms merosot 4 persen pada perdagangan pasca-penutupan bursa setelah mengumumkan perkiraan pengeluaran modal tahun 2026 yang membengkak menjadi antara US$ 130 miliar hingga US$ 145 miliar, dari proyeksi awal US$ 125 miliar hingga US$ 145 miliar.
Sebaliknya, saham Microsoft menguat 0,6 persen setelah penutupan bursa berkat pertumbuhan pendapatan bisnis cloud triwulanan yang melampaui ekspektasi Wall Street, membuktikan investasi besar pada infrastruktur AI mulai membuahkan hasil.
Di saat yang sama, peta persaingan dari China semakin ketat baik dalam pengembangan chip canggih maupun hadirnya model-model AI berbiaya lebih terjangkau.
Berbicara kepada wartawan, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan bahwa "pengeluaran untuk AI sedang meletakkan dasar untuk pertumbuhan di masa depan" sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Tekanan pada produsen chip AI kian berat setelah lonjakan laba triwulanan SK Hynix hingga enam kali lipat ternyata masih di bawah ekspektasi tinggi pasar, yang mengakibatkan saham perusahaan asal Korea Selatan tersebut anjlok 10 persen. Pelemahannya diikuti oleh saham penyedia infrastruktur AI, Vertiv, yang terperosok 17 persen akibat realisasi pendapatan triwulanan yang meleset dari target.
Berdasarkan data LSEG I/B/E/S, para analis memproyeksikan laba agregat perusahaan dalam indeks S&P 500 pada kuartal kedua bakal melonjak 40 persen dibanding tahun lalu, dengan saham sektor AI menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tersebut.