Rekomendasi Teknikal Saham EMAS, INDF, dan ADMR untuk Rabu 28 Juli 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44:18 WIB
Ilustrasi analisis saham (FOTO: NET)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami penurunan pada hari kelima secara beruntun pada perdagangan perdagangan Selasa (28/7/2026).

IHSG tercatat melemah sebesar 0,89 persen atau berkurang 55,19 poin hingga ditutup pada posisi 6.130,58.

Secara keseluruhan, volume perdagangan saham di BEI menyentuh angka 24,87 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 10,70 triliun.

Tercatat sebanyak 360 saham mengalami penurunan, 265 saham menguat, dan 172 saham bergerak stagnan.

Sejumlah analis memberikan saran serta analisis teknikal untuk tiga saham pilihan pada perdagangan Rabu (28/7/2026).

Pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), "Pergerakan harga saham EMAS masih membentuk fase bullish consolidation didukung Stochastics K_D dan RSI yang masih menunjukkan sinyal positif. Namun profit taking terjadi mengingat pola bearish pin bar terbentuk," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan rekomendasi Hold dengan level Support Rp 5.800 dan Resistance Rp 6.600.

Sementara itu untuk PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), "INDF bergerak sideways dalam rentang level 6.750-6.975 diatas MA10 dan MA50 dengan indikator menunjukkan tren yang melandai. Maka dapat untuk buy on break 7.000 dengan target menuju resistance 7.250 dan batasi penurunan di support 6.700," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, meyakini rekomendasi Buy on Break dengan Support pada Rp 6.700 dan Resistance Rp 7.250.

Adapun untuk PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), "ADMR terkoreksi 0,34% ke 1,470 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Kami memperkirakan, posisi ADMR saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (i) dari wave [c] pada label hitam," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyarankan strategi Buy on Weakness dengan menempatkan Support di level Rp 1.385 dan Resistance Rp 1.

Terkini