JAKARTA – PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) mengantongi Rp 3,68 triliun pada semester I-2026. Capaian ini melambung 41% dibandingkan Rp 2,61 triliun pada periode yang sama tahun 2025.
Perusahaan ERAL ini merupakan entitas anak usaha dari PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Penerima manfaat akhir dari ERAL adalah Rebecca Halim, yang merupakan istri pengusaha Sugianto Kusuma atau Aguan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 yang diterbitkan, ERAL mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp 3,01 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan 40% dari Rp 2,15 triliun pada paruh pertama tahun lalu.
Perseroan berhasil mengumpulkan laba kotor senilai Rp 668,08 miliar, tumbuh 44% dari Rp 462,80 miliar.
Di sisi lain, Sinar Eka Selaras menanggung beban penjualan dan distribusi sejumlah Rp 345,89 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar Rp 345,89 miliar. Kondisi tersebut menghasilkan laba usaha senilai Rp 176,87 miliar, terangkat 64% dari Rp 107,66 miliar sebelumnya.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 108,45 miliar, meningkat 35% dari Rp 80,18 miliar pada semester pertama 2025.
Hingga 30 Juni 2026, Sinar Eka Selaras membukukan laba per saham sebesar Rp 20,91, menguat dari posisi sebelumnya sebesar Rp 15,46.
Jumlah total aset tercatat sebesar Rp 3,14 triliun dengan liabilitas sebesar Rp 1,31 triliun per 30 Juni 2026. Adapun pada 31 Desember 2025, aset total ERAL berada di angka Rp 3,08 triliun serta liabilitas Rp 1,32 triliun.
Di saat bersamaan, pergerakan saham ERAL langsung diminati banyak investor seusai laporan keuangan semester I-2026 dirilis. Saham tersebut menguat 4,23% ke level Rp 296 dengan volume perdagangan 12,44 juta saham, frekuensi 942 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 3,54 miliar.
Angka volume tersebut naik drastis dibandingkan Jumat (24/7/2026) pekan sebelumnya, saat saham ERAL hanya ditransaksikan sebanyak 1,86 juta saham dengan frekuensi 405 kali dan nilai transaksi Rp 529 juta.