Saham KRAS Anjlok usai Pabrik CRC Kebakaran Produksi Dipastikan Aman

Jumat, 24 Juli 2026 | 23:21:13 WIB
Ilustrasi PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) (sumber foto : NET)

JAKARTA – Harga saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) merosot usai salah satu pabrik terbakar sehingga berpotensi mengganggu produksi. Saham KRAS hingga sesi siang pada Jumat (24/7/2026) turun 1,65% di level Rp 238 per saham, meski dalam sebulan masih naik 19%.

Krakatau Steel dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (23/7/2026) memastikan pasokan baja lembaran dingin jenis Cold Rolled Coil (CRC) Full Hard untuk kebutuhan industri nasional tetap terjaga meski fasilitas Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) pada pabrik Cold Rolling Mill (CRM) mengalami kebakaran.

Plt Corporate Secretary Krakatau Steel Rachman Hidayat dalam keterbukaan informasi di BEI melaporkan insiden ini dikategorikan sebagai keadaan memaksa (force majeure) tersebut terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026. Kebakaran tersebut menyebabkan hambatan teknis pada operasional fasilitas CTCM yang selama ini memproduksi CRC Full Hard.

Meski demikian, Krakatau Steel menegaskan bahwa tidak seluruh aktivitas produksi di pabrik CRM berhenti. Sejumlah fasilitas utama lainnya masih beroperasi normal sehingga sebagian produk tetap dapat dipasok ke pasar.

Rachman menyebut fasilitas Batch Annealing Furnace (BAF) masih berjalan untuk memproduksi CRC Soft, sementara fasilitas Continuous Pickling Line (CPL) tetap beroperasi menghasilkan Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO).

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan CRC Full Hard di pasar domestik, Krakatau Steel telah menyiapkan langkah mitigasi. Perusahaan ini mengaku akan bekerja sama dengan produsen CRC dalam negeri lainnya guna memastikan kebutuhan industri nasional tetap terpenuhi selama proses pemulihan fasilitas yang terdampak kebakaran.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus meminimalkan dampak terhadap pelanggan dan sektor industri yang bergantung pada produk CRC Full Hard.

Terkini