Bursa Asia Melemah Mengekor Wall Street Akibat Skenario Investasi AI

Jumat, 24 Juli 2026 | 23:21:13 WIB
Ilustrasi bursa asia (sumber foto : NET)

JAKARTA – Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Jumat (24/7/2026) pagi, mengikuti penurunan Wall Street. Investor semakin skeptik bahwa dana yang digelontorkan ke pembangunan kecerdasan buatan (AI) akan menghasilkan return yang memadai.

Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1.728,20 poin atau 2,63% ke 64.678,22, Kospi turun 206,75 poin atau 2,91% ke 6.890,76, ASX 200 turun 26,09 poin atau 0,30% ke 8.812,90, Straits Times turun 28,50 poin atau 0,51% ke 5.554,93 dan FTSE Malaysia turun 5,77 poin atau 0,34% ke 1.708,82. Indeks MSCI Asia Pasifik turun 1%, dengan indeks di Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 2%.

"Para investor sudah semakin gelisah tentang keberlanjutan reli AI," kata Gerald Gan, Kepala Investasi di Reed Capital seperti dikutip Bloomberg sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Meski demikian, koreksi jangka pendek kemungkinan akan Kembali menarik pembeli saat Harga turun," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Semakin menekan sentimen, Harga minyak Brent diperdagangkan sekitar US$ 100,30 per barel. Harga minyak yang lebih tinggi mendorong risiko inflasi yang lebih besar dan prospek suku bunga yang lebih tinggi.

Sementara itu, latar belakang geopolitik membuat investor semakin cermat memperhatikan perdagangan AI. Pasar menuntut bukti bahwa pengeluaran AI besar-besaran akan menghasilkan pendapatan yang sepadan.

"Dalam hal investasi AI, keseluruhan tema tetap utuh," kata Juni Bei Liu, salah seorang pandiri hedge fund Ten Cap Investment Management sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan adalah bagian valuasi. Bagian-bagian yang sangat mahal dari perdagangan AI akan berada di Bawah tekanan yang lebih besar. Hal itu harus dipimpin oleh pendapatan itu sendiri," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini