Danantara Kendalikan 4 Manajer Investasi BUMN BerAUM Rp170 Triliun

Kamis, 23 Juli 2026 | 19:17:27 WIB
Ilustrasi Wisma Danantara Indonesia. (sumber foto : NET)

JAKARTA – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Asset Management (DAM) kini memegang kendali penuh atas 4 manajer investasi (MI) BUMN. Perusahaan tersebut sebelumnya berada di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta PT PNM.

Pengalihan kepemilikan ini terwujud usai DAM menyepakati Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Pembelian Saham atas saham PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM) pada 22 Juli 2026.

Secara keseluruhan, 4 MI ini menghimpun dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) melampaui Rp170 triliun per Juni 2026. Besarnya AUM tersebut ditopang oleh rekam jejak, jaringan distribusi, keahlian investasi, hingga basis pemodal dari tiap entitas untuk mendorong daya saing industri nasional.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa penguasaan 4 perusahaan MI tersebut bukan hanya transaksi jual beli saham semata. Menurutnya, hal ini menjadi batu loncatan strategis dalam menciptakan peta kekuatan baru pada industri manajemen aset dalam negeri.

“Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat industri manajemen investasi nasional. Keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun,” sebut Dony dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dony menegaskan, Danantara bakal mengarahkan segenap potensi tersebut lewat strategi dan tata kelola yang optimal agar dapat berkembang kian solid, kompetitif, serta memberi dampak positif bagi perekonomian nasional.

Dalam kurun satu bulan mendatang, keempat manajer investasi tersebut diproyeksikan melakukan penggabungan menjadi satu entitas pengelola aset terbesar di Tanah Air. “Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan Danantara Indonesia,” ujar Dony sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berbekal model bisnis terpadu, entitas hasil konsolidasi ini bakal memperluas jangkauan investasi untuk pemodal ritel maupun lembaga. Langkah ini juga ditujukan demi menawarkan opsi investasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Perusahaan gabungan tersebut akan memadukan keunggulan, rekam jejak, dan kemampuan dari tiap MI demi membentuk lembaga berskala besar dengan daya saing tinggi.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, turut menilai bahwa landasan ini menjadi modal utama bagi entitas baru untuk berkembang sebagai salah satu pengelola investasi papan atas di Indonesia.

"Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk membangun institusi manajemen investasi nasional yang memiliki skala, kapabilitas, dan tata kelola yang semakin kuat. Berbekal pondasi tersebut, kami optimistis industri manajemen investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik di tingkat domestik maupun global,” kata dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Untuk segmen ritel, entitas hasil merger bakal merancang produk tematik dan mengoptimalkan kanal jaringan bank Himbara. Upaya ini sejalan dengan peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID) nasional yang sudah menembus angka lebih dari 20 juta investor.

Pada ranah institusi, perusahaan fokus meningkatkan performa pengelolaan aset lewat pembesaran basis nasabah serta penyediaan instrumen investasi komprehensif bagi bermacam lembaga dalam negeri.

“Kami melihat momentum yang sangat besar di depan. Dengan basis investor ritel yang terus bertumbuh dan kepercayaan institusi yang semakin kuat, sinergi keempat entitas ini akan menjadikan perusahaan hasil konsolidasi sebagai mitra investasi pilihan bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Hardiyanto sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi, Arief Budiman, memandang merger ini sebagai peluang berharga untuk memperluas penetrasi ke ceruk ritel. Hingga Juni 2026, BRI MI menghimpun total AUM Rp52,61 triliun dengan pondasi nasabah ritel kokoh yang bakal memperkuat ekosistem gabungan.

“Dengan kekuatan jaringan distribusi dan basis investor ritel yang terus berkembang, penggabungan ini akan memperluas akses masyarakat terhadap produk investasi yang terpercaya sekaligus mempercepat pendalaman pasar modal,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Direktur Utama PT BNI Asset Management, Ari Adil, menyebutkan keseimbangan portofolio BNI AM di segmen ritel dan institusi dengan AUM Rp29,59 triliun per Juni 2026 menjadi penopang utama kapabilitas perusahaan hasil konsolidasi.

“Kami optimistis, penggabungan ini akan memperkuat kapasitas pengelolaan investasi nasional melalui sinergi keahlian investasi, inovasi produk, penguatan tata kelola, serta skala usaha yang semakin solid dan kompetitif,” ungkap Ari sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Investment Management, Ade Santoso Djajanegara, menegaskan keahlian PNM IM pada investasi inklusif bertotal AUM Rp10,31 triliun per Juni 2026 akan melengkapi jangkauan layanan investasi bagi masyarakat luas.

“Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk membangun institusi manajer investasi yang bukan hanya semakin kuat secara bisnis, tetapi juga mampu memperluas manfaat ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” tandasnya sebagaimana dilansir dari berita su

Terkini

10 Ikan Hias Air Tawar Mudah Dipelihara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38:20 WIB

Pentingnya Memilih Pakan Ikan Berkualitas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:23:01 WIB