Wall Street Menguat Didukung Rebound Saham Chip dan Laporan Pendapatan

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:29:58 WIB
Ilustrasi Saham (sumber foto: NET)

NEW YORK – Indeks utama Wall Street berhasil mengakhiri perdagangan pada Selasa (21/7/2026) di zona hijau. Kenaikan tajam pada saham semikonduktor mampu mengalihkan perhatian pasar dari isu perang tarif di Timur Tengah, sementara para investor fokus menantikan rilis kinerja keuangan perusahaan teknologi besar untuk mengukur arah perdagangan berbasis AI ke depan.

Berdasarkan data Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 385,38 poin atau 0,74 persen menuju level 52.224,64. Pada saat yang sama, S&P 500 menguat 65,92 poin atau 0,89 persen ke level 7.509,20, dan Nasdaq Composite bertambah 329,13 poin atau 1,29 persen menjadi 25.837,21.

Sektor teknologi informasi memimpin penguatan sebesar 2,35 persen dari sembilan sektor yang mengalami kenaikan. Di sisi lain, sektor barang konsumsi pokok menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1 persen, disusul jasa komunikasi yang terkoreksi 0,85 persen.

Saham Sandisk menjadi penopang utama di sektor S&P 500 setelah melonjak 14,3 persen, disusul Western Digital yang melesat 12,5 persen dan Micron Technology yang terangkat 12,2 persen.

Secara keseluruhan, volume transaksi saham di bursa AS mencatatkan angka 16,4 miliar saham, masih di bawah rata-rata 20 hari perdagangan terakhir yang mencapai 19,56 miliar saham.

Pemulihan pada saham semikonduktor memberikan dorongan kuat bagi indeks utama serta Indeks Semikonduktor Philadelphia SE yang ditutup menguat 5,2 persen. Ini menjadi kenaikan dua hari berturut-turut setelah sempat merosot lebih dari 20 persen dari rekor resminya di akhir Juni lalu.

"Investor benar-benar membeli kembali saham semikonduktor menjelang pengumuman pendapatan karena mereka takut ketinggalan (FOMO), bahwa perusahaan-perusahaan ini dapat melaporkan pendapatan yang jauh melampaui ekspektasi dan meningkatkan prospek mereka, dan mereka tidak memiliki saham sebanyak yang mereka miliki sebelum penurunan terakhir," kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi di 248 Ventures di Charlotte, North Carolina sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, Bell memberikan peringatan bahwa lonjakan saham yang terlalu tinggi sebelum pengumuman kinerja dapat menahan potensi kenaikan lebih lanjut.

"Angka-angkanya akan sangat bagus, tetapi saham-saham tersebut juga dihargai terlalu tinggi," katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Meskipun indeks chip sempat melemah pekan lalu akibat kekhawatiran soal tingginya valuasi dan investasi besar pada teknologi AI, indeks ini tercatat masih tumbuh hampir 75 persen sejak awal tahun.

Para pelaku pasar tampak tidak terlalu terpengaruh oleh kebijakan Presiden Donald Trump yang menetapkan tarif 50 persen untuk berbagai produk impor asal Kanada pada Senin lalu. Ketegangan geopolitik dan kenaikan harga minyak sebesar 2 persen ke level tertinggi dalam lima minggu terakhir juga belum menyurutkan optimisme pasar.

Kenaikan harga energi tersebut dipicu oleh langkah dua kapal tanker minyak asal Arab Saudi yang mengubah rute di Laut Merah setelah menerima ancaman blokade dari kelompok Houthi Yaman.

Menanggapi hal itu, Trump menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat siap mengambil tindakan tegas jika blokade tersebut benar-benar direalisasikan.

“Investor melihat (perang) ini sebagai sesuatu yang sementara karena kami tahu dua hal — bahwa harga minyak $100 adalah titik tekanan bagi Trump, dan kami juga tahu bahwa pemilihan paruh waktu akan segera datang,” kata Bell sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fokus para investor pada pekan ini dipastikan akan tertuju pada publikasi laporan keuangan dari Alphabet, Intel, serta Texas Instruments.

Di jajaran saham individual, 3M sukses melonjak 7,3 persen berkat proyeksi kenaikan laba tahunan yang optimis.

Hasbro turut mencatatkan kenaikan 8,8 persen setelah menaikkan target pendapatan serta laba tahunannya, didorong oleh tingginya permintaan pada lini game digital dan "Magic: The Gathering".

Sebaliknya, saham Danaher anjlok 11 persen dan menjadi yang terburuk di S&P 500 akibat pemangkasan prospek pertumbuhan pendapatan inti serta melemahnya bisnis bioteknologi mereka.

Sementara itu, saham MSCI merosot 10 persen sebagai penurunan terbesar kedua di indeks acuan, setelah mengumumkan kenaikan perkiraan biaya operasional setahun penuh meskipun kinerja pendapatan kuartalannya melampaui ekspektasi.

Terkini

10 Ikan Hias Air Tawar Mudah Dipelihara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38:20 WIB

Pentingnya Memilih Pakan Ikan Berkualitas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:23:01 WIB