Tutup Perdagangan, IHSG Naik 56,2 Poin ke Level 6.231,7

Senin, 20 Juli 2026 | 23:46:48 WIB
Ilustrasi saham lq45 (Sumber : NET)

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penguatan sebesar 56,2 poin atau 0,91 persen menuju level 6.231,7 pada penutupan sesi perdagangan, Senin (20/7/2026).

Sejumlah saham di indeks LQ45 tercatat menguat, seperti saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 9,3 persen, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar 6,3 persen, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 6,1 persen, dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 6 persen.

Beberapa saham lain turut melonjak masuk dalam kategori top gainers, yakni saham RONY hingga FWCT dengan kenaikan harga mencapai 20 persen hingga 24 persen.

Tercatat 421 saham mengalami kenaikan, 220 saham mengalami penurunan, dan 324 saham berada dalam posisi stagnan dengan total nilai transaksi bursa mencapai Rp 16,3 triliun.

Mayoritas sektor saham ditutup menguat, dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor perindustrian sebesar 3,4 persen.

Kenaikan juga terjadi pada sektor energi 2,6 persen, sektor barang baku 2 persen, sektor properti 1,4 persen, sektor barang konsumen non-primer 1,08 persen, sektor transportasi 1 persen, serta sektor infrastruktur 0,73 persen.

Penguatan berlanjut pada sektor barang konsumen primer 0,5 persen, sektor kesehatan 0,3 persen, dan sektor keuangan 0,06 persen, sementara sektor teknologi justru melemah 0,5 persen.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, pergerakan bursa saham Asia cenderung bervariasi karena investor masih mengamati eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berisiko memperburuk inflasi global.

Pilarmas menjelaskan, kenaikan harga energi berpotensi mendorong bank sentral untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan moneter demi mengendalikan inflasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan pasar keuangan global.

Di pasar domestik, Pilarmas menilai sentimen terhadap IHSG masih cukup positif yang salah satunya ditopang oleh kembalinya aliran dana asing ke bursa saham Indonesia.

Berdasarkan data perdagangan akhir pekan lalu, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 725,11 miliar di pasar reguler.

Pilarmas menambahkan, sentimen positif lain bersumber dari hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia, di mana Prompt Manufacturing Index BI kuartal II-2026 berada di level 51,43 persen, yang menandakan sektor manufaktur masih dalam fase ekspansi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Hari ini, terdapat 5 saham yang memberikan imbal hasil terbesar dengan kenaikan 20 persen hingga 24 persen dalam satu hari.

Saham tersebut meliputi PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) yang naik 24,7 persen menjadi Rp 1.690, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebesar 23,5 persen menjadi Rp 105, dan PT Bima Sakti Pertiwi Tbk (PAMG) sebesar 23,5 persen menjadi Rp 63.

Selanjutnya, saham PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) naik 20,8 persen menjadi Rp 1.305 dan PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) sebesar 20,4 persen menjadi Rp 100.

Di sisi lain, terdapat sejumlah saham yang melemah, di antaranya PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang turun 13,9 persen menjadi Rp 332, PT Niramas Utama Tbk (JELI) sebesar 12,2 persen menjadi Rp 785, dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) sebesar 11,2 persen menjadi Rp 25.950.

Selain itu, saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) turun 9,3 persen menjadi Rp 68 dan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sebesar 8,4 persen menjadi Rp 970.

Terkini

10 Ikan Hias Air Tawar Mudah Dipelihara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38:20 WIB

Pentingnya Memilih Pakan Ikan Berkualitas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:23:01 WIB