ASII Siap Buyback Saham 8 Triliun Rupiah, Intip Profil dan Kinerja

Senin, 20 Juli 2026 | 18:49:50 WIB
Ilustrasi Gedung PT Astra International Tbk (ASII) (Sumber : NET)

JAKARTA – PT Astra International Tbk (ASII) merupakan salah satu emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang memiliki model bisnis sangat terdiversifikasi. Selain menjadi pemimpin di sektor otomotif nasional, perusahaan juga bergerak di bidang jasa keuangan, alat berat, pertambangan, agribisnis, infrastruktur, properti, hingga teknologi informasi.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, ASII telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026 untuk menjalankan program pembelian kembali saham dengan nilai hingga Rp8 triliun. "Buyback saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun yang akan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK No. 29 Tahun 2023," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga merestui pengalihan maksimal 100 juta saham treasury untuk program kepemilikan saham bagi manajemen (MSOP). "Pengalihan maksimal 100 juta saham treasury hasil buyback sebelumnya untuk Management Share Ownership Program (MSOP) sebagai bagian dari program insentif manajemen," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Astra menyatakan bahwa program pembelian kembali ini ditujukan sebagai strategi perusahaan untuk meningkatkan Total Shareholder Return (TSR) dalam jangka panjang sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan. Saat ini, harga saham ASII terpantau naik ke level 5.200 per saham sepekan terakhir atau menghijau 7,22 persen (+350,00).

Perusahaan memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor strategis, di mana sekitar 90 persen laba perseroan disumbang oleh pilar utama yakni otomotif, jasa keuangan, serta alat berat, pertambangan, dan solusi pertambangan. Adapun lini usahanya mencakup distribusi kendaraan bermotor, pembiayaan, distribusi alat berat melalui United Tractors, pengembangan kelapa sawit, infrastruktur, properti, hingga solusi digital.

Berdasarkan data BEI, ASII mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,85 triliun pada kuartal I 2026, yang mengalami penurunan 15,6 persen secara tahunan dibandingkan capaian kuartal I 2025 sebesar Rp6,93 triliun. Penurunan kinerja tersebut menyebabkan laba bersih per saham tercatat di angka Rp144,50 per lembar.

Dari sisi operasional, pendapatan bersih perusahaan di kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp78,67 triliun, atau turun 5,6 persen dibandingkan Rp83,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, laba kotor tercatat turun 9,2 persen menjadi Rp15,49 triliun, sementara EBITDA menyusut 23,7 persen menjadi Rp10,63 triliun.

Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, kinerja keuangan ASII juga menunjukkan tren pelemahan. Meski begitu, perseroan tetap mempertahankan profitabilitas yang solid berkat kontribusi dari portofolio bisnisnya yang terdiversifikasi di berbagai sektor.

Terkini