JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan konsolidasi dana kelolaan institusi dalam negeri, seperti BPJS Ketenagakerjaan, dana haji di BPKH, hingga Danantara untuk membendung aliran modal keluar alias capital outflow di pasar saham.
Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Mukhamad Misbakhun, menyatakan bahwa parlemen bakal mendukung relaksasi regulasi agar dana dari BPJS Ketenagakerjaan, Badan Pengelola Keuangan Haji, hingga Danantara Indonesia dapat diorkestrasi sebagai penopang likuiditas saat investor asing melakukan aksi ambil untung.
“Artinya, kami bangun kepercayaan diri. Kami bisa ukur, asing keluar [semisal] Rp300 triliun, dengan investasi DIM [Danantara Investment Management] atau BPJS TK konsolidasi seberapa kuat, replace semua atau sebagian yang bisa memberikan penguatan. Ini penting,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Guna memuluskan skenario tersebut, Komisi XI berkomitmen mendukung penguatan pasar dari sisi regulasi dengan membuka ruang relaksasi aturan investasi bagi lembaga domestik demi mempertebal bantalan likuiditas dalam negeri.
Dia pun mencontohkan salah satu hambatan regulasi yang selama ini membatasi ruang gerak dana institusi domestik.
BPJS Ketenagakerjaan, misalnya, memiliki batasan alokasi investasi di pasar saham yang hanya sebesar 6%.
“Ini sarana instrumen investasi di pasar yang tersedia saat ini. Kalau itu menggunakan mesin negara yang ada di pasar yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan Danantara, ya harus kami orkestrasi dengan baik,” pungkasnya dari Sumbernya.
Langkah orkestrasi institusi jumbo sejatinya telah mulai bergulir.
Danantara Indonesia mengonfirmasi telah melakukan aksi beli di pasar modal di tengah momentum koreksi harga saham berfundamental kuat pada Februari 2026.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa pihaknya melalui manajer investasi yang ditunjuk telah melakukan identifikasi terhadap emiten-emiten yang memiliki profil bisnis sehat.
Danantara, lanjutnya, berfokus pada saham-saha yang berada pada level harga menarik tetapi tetap didukung oleh likuiditas dan arus kas yang solid.
“Danantara sendiri sudah aktif kembali di pasar, melakukan pembelian saham-saham yang memiliki valuasi menarik, perusahaan yang baik, arus kas yang sehat, serta fundamental dan likuiditas yang kuat,” ungkap Pandu dari Sumbernya.