IHSG Berpeluang Lanjut Menguat Berkat Sentimen S&P Global Ratings

Selasa, 14 Juli 2026 | 15:51:04 WIB
IHSG menguat dan menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan Senin (13/7). (Sumber Foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi meneruskan penguatan pada transaksi Selasa (14/7) seusai sukses menembus titik psikologis 6.000 di akhir sesi Senin (13/7).

Pergerakan naik itu dipicu oleh kabar menggembirakan setelah S&P Global Ratings memelihara peringkat kredit Indonesia.

Tim kajian dari Sumbernya memandang langkah tersebut menjadi pendorong positif bagi bursa efek domestik.

Sebabnya, para investor sebelumnya sempat mencemaskan adanya potensi penurunan peringkat atau perubahan prospek di tengah bermacam kendala ekonomi dunia.

"Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit Indonesia pada BBB dengan outlook tetap stabil. Hal ini direspons positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," tulis dari Sumbernya dalam kajiannya, Senin (13/7).

Secara teknis, dari Sumbernya memandang gerak IHSG memperlihatkan tanda yang semakin kuat.

Indeks bukan cuma sukses menembus titik psikologis 6.000, namun pun berakhir di atas rata-rata pergerakan jangka pendek sampai menengah atau moving average.

"Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga sehingga IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance pada kisaran 6.080 hingga 6.120 dalam perdagangan selanjutnya," tulis tim.

IHSG ditutup naik 1,92% ke posisi 6.037,84 pada Senin (13/7/2026) sesudah S&P Global Ratings mengukuhkan peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada level BBB serta peringkat jangka pendek A-2, dengan outlook jangka panjang tetap stabil.

Dari sektor, saham-saham basic materials menjadi pilar utama kenaikan dengan angka 2,96%.

Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi satu-satunya kategori yang mengalami koreksi dengan nilai 0,26%.

Walaupun begitu, sentimen positif di bursa saham belum sepenuhnya tampak pada nilai tukar rupiah.

Sampai berakhirnya perdagangan pasar spot, mata uang rupiah justru turun 0,24% menuju posisi Rp18.109 per dolar AS.

Walaupun prospek jangka pendek IHSG dinilai baik, para pemain pasar tetap akan mengamati perkembangan sentimen global serta pergerakan nilai tukar rupiah yang masih di bawah tekanan sebagai elemen yang dapat memengaruhi arah gerak pasar domestik.

Terkini