Saham PRDL Resmi Tercatat di Papan Pengembangan dengan Free Float 30 Persen

Kamis, 09 Juli 2026 | 11:08:32 WIB
Ilustrasi: Saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk. resmi tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). Emiten di sektor diagnostik laboratorium ini terdaftar di Papan Pengembangan dengan porsi saham beredar di publik atau free float sebesar 30 persen.

Berdasarkan pengumuman BEI, saham PRDL ditawarkan kepada investor dengan harga Rp120 per saham. Melalui penawaran sebanyak 497,9 juta saham baru, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp59,75 miliar.

Selain itu, pihak perseroan turut mengalokasikan sebanyak 25 juta saham melalui skema Employee Stock Allocation (ESA). Saham PRDL mulai diperdagangkan di BEI pada Kamis (9/7/2026) dengan kode saham PRDL.

BEI menyatakan bahwa per 8 Juli 2026, jumlah saham free float PRDL mencapai 522,9 juta saham atau setara dengan 30 persen dari total saham tercatat. Persentase tersebut diketahui berada jauh di atas ketentuan minimum free float yang diberlakukan di bursa.

Dalam prospektusnya, perseroan mengungkapkan adanya pembatasan penjualan saham bagi sejumlah pemegang saham utama. PT Prodia Widyahusada Tbk., PT Prodia Utama, dan Diasys Diagnostic Systems GmbH berkomitmen untuk tidak menjual atau mengalihkan saham miliknya selama delapan bulan sejak pernyataan pendaftaran IPO efektif.

Selain itu, para pengendali perseroan secara sukarela berkomitmen untuk tidak melepaskan pengendaliannya atas PRDL selama 12 bulan setelah pernyataan pendaftaran efektif. BEI juga menyampaikan bahwa perseroan tidak menerbitkan surat kolektif saham (SKS).

Seluruh saham hasil IPO didistribusikan secara elektronik dan diadministrasikan melalui penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Terkini