Saham PRDL Banjir Peminat, Penawaran Umum Oversubscribed 709,93 Kali

Kamis, 09 Juli 2026 | 10:25:08 WIB
Ilustrasi: Saham PRDL mencatat oversubscribed hingga 709,93 kali dalam penawaran umum perdana. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) dijadwalkan resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). Menjelang hari pencatatan, penawaran umum saham perusahaan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 709,93 kali.

Selama periode penawaran umum, IPO PRDL tercatat menerima 1.273.678 antrean pemesanan lewat sistem e-IPO. Perseroan menawarkan 522,90 juta saham baru atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan setelah IPO.

PRDL menetapkan harga penawaran umum senilai Rp 120 per saham, yang merupakan batas atas dari rentang harga saat bookbuilding. Melalui aksi korporasi tersebut, perusahaan berhasil menghimpun dana segar sebanyak Rp 62,75 miliar.

Sekitar 62 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank. Sisanya akan dialokasikan untuk belanja modal serta kebutuhan modal kerja guna mendukung pengembangan operasional perusahaan.

Belanja modal tersebut mencakup pembelian mesin produksi, peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, hingga sistem perangkat lunak. Selain itu, dana juga digunakan untuk penataan ulang area produksi dan penambahan fasilitas Air Handling Unit untuk Laboratorium Biomolekuler.

Direktur Utama Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyebut tingginya permintaan pada IPO PRDL mencerminkan minat investor terhadap emiten yang memiliki fundamental serta prospek pertumbuhan bisnis yang menjanjikan. "Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujar Bernadus dalam keterangan resmi, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menurut Bernadus, pencatatan saham PRDL diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran emiten baru yang berkualitas dinilai mampu memperluas pilihan investasi bagi masyarakat serta investor institusi.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menambahkan bahwa pencatatan saham perdana ini merupakan tonggak penting bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis di industri alat kesehatan nasional. "IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," kata Cristina, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Cristina menyatakan pihak manajemen PRDL optimistis dana dari IPO akan memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi usaha. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional dalam jangka panjang.

Terkini