Perdana IPO Saham PRDL: Cek Simulasi ARA dan ARB Hari Ini

Kamis, 09 Juli 2026 | 10:25:08 WIB
Ilustrasi: Saham PRDL resmi mencatatkan perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Perdagangan perdana saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung hari ini, Kamis (9/7/2026). Investor dapat mencermati simulasi auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB) untuk saham tersebut.

Saham PRDL resmi melantai di BEI dengan mencatatkan kelebihan permintaan atau oversubscription hingga 709,93 kali. Proses penawaran umum tersebut menghasilkan 1.273.678 antrean pemesanan melalui sistem e-IPO.

Perusahaan melepas 522,90 juta saham baru atau setara 30 persen dari total modal ditempatkan setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp 120 per saham, PRDL berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp 62,75 miliar.

Potensi pergerakan harga saham PRDL diprediksi cukup fluktuatif pada hari pertama perdagangan. Saham ini berpeluang menyentuh ARA jika naik 35 persen ke level Rp 162, atau terjerembap ke ARB jika turun 15 persen menjadi Rp 102.

Dana hasil IPO sebesar 62 persen akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank. Sisa dana dialokasikan untuk belanja modal serta modal kerja demi mendukung operasional perusahaan.

Belanja modal tersebut mencakup pembelian mesin produksi, peralatan kalibrasi, hingga penambahan fasilitas Laboratorium Biomolekuler. Direktur Utama Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyebut tingginya permintaan mencerminkan kepercayaan investor pada fundamental perusahaan.

"Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujar Bernadus dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita. Menurutnya, langkah ini diharapkan menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menyatakan bahwa langkah ini adalah tonggak strategis bagi perusahaan. "IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," kata Cristina, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Cristina optimistis dana IPO akan memperkuat struktur permodalan untuk mendukung ekspansi jangka panjang. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi perusahaan pada industri alat kesehatan nasional.

Terkini