Tren Investasi Tokenized Saham Amerika Serikat di Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49:54 WIB
Ilustrasi: Investor Indonesia semakin tertarik pada tokenized saham AS sektor kecerdasan buatan. (Gambar: NET)

JAKARTA – Minat investor Indonesia terhadap saham sektor kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai menunjukkan tren positif seiring dengan berkembangnya ekosistem tokenisasi aset di dalam negeri. Data dari Bittime, selaku Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperlihatkan bahwa mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir ke saham-saham berbasis AI.

Dalam Simposium Nasional terkait Inovasi Teknologi Sektor Keuangan pada 2 Juli 2026, OJK menegaskan bahwa perkembangan teknologi seperti AI dan tokenisasi aset membuka peluang besar bagi sektor keuangan. OJK pun tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, hingga keamanan siber.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menyatakan bahwa penguatan regulasi merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia. "Komitmen OJK dalam penguatan IAKD, memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," ujar Ryan sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sementara itu, pasar aset kripto global saat ini cenderung bergerak stagnan. Harga Bitcoin per Rabu (8/7/2026) pagi berada di kisaran 62.900 dollar AS, turun 0,59 persen dalam 24 jam terakhir, namun masih naik 6,61 persen dalam sepekan.

Ryan menilai kondisi pasar yang stagnan membuat investor mencari alternatif diversifikasi melalui tokenisasi saham yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global. Bittime mencatat bahwa dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, kepemilikan token saham AS meningkat hingga 106 persen.

Sekitar 96 persen dana baru terpusat pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sedangkan permintaan untuk saham Apple, Google, Tesla, dan Amazon cenderung lebih stabil. Sebanyak 50 persen kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga dimasukkan ke fitur Earn guna mendapatkan reward hingga 7 persen.

Merespons antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini. Ryan menjelaskan bahwa tren ini membuktikan investor Indonesia kini lebih selektif dalam memilih sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.

"Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," ujar Ryan sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Data OJK mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan kripto kini telah mencapai 22,4 juta pengguna. Inovasi tokenisasi aset pun dinilai mendapatkan respons positif dari investor Indonesia untuk mendapatkan akses ke perusahaan pemimpin teknologi AI.

Terkini