IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.984 di Tengah Sentimen Pasar Global

Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49:54 WIB
Ilustrasi: IHSG dibuka melemah ke level 5.984, mengikuti tren pelemahan pasar saham global. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka melemah 2,32 poin atau 0,04 persen ke posisi 5.984,18, sementara Indeks LQ45 turun 0,48 poin atau 0,08 persen ke posisi 594,44.

“Investor mencermati masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing, apabila tidak diikuti perbaikan aksesibilitas pasar," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pasar cenderung mengambil sikap risk-off akibat kombinasi sentimen negatif dari pelemahan bursa Wall Street, kenaikan harga minyak mentah, serta meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Konflik geopolitik kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Iran dan mencabut izin ekspor minyak Iran.

Serangan tersebut memicu lonjakan harga minyak, di mana Brent naik 3,0 persen ke 74,16 dolar AS per barel dan WTI menguat hampir 3,0 persen ke 70,44 dolar AS per barel.

"Dengan kombinasi sentimen itu, pergerakan IHSG diperkirakan berpotensi mengalami konsolidasi dengan bias hati-hati, meski fundamental domestik yang relatif solid masih berpotensi membatasi tekanan jual," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sisi lain, terdapat sentimen positif dari pertumbuhan kredit perbankan nasional yang tumbuh 11,51 persen year on year (yoy), dengan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,47 persen (yoy).

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan sinyal beragam, di mana defisit perdagangan Mei 2026 melebar menjadi 77,6 miliar dolar AS.

Indeks optimisme ekonomi di AS terpantau membaik, namun ekspektasi inflasi masyarakat tercatat naik ke angka 3,7 persen.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Fokus pelaku pasar hari ini tertuju pada risalah pertemuan The Fed atau FOMC Meeting Minutes untuk mencari petunjuk arah suku bunga.

Volatilitas pasar global diperkirakan tetap tinggi hingga risalah tersebut dirilis.

Pada perdagangan Selasa (7/7/2026), bursa Eropa mayoritas melemah, sementara bursa AS mencatatkan pergerakan indeks yang beragam.

Bursa saham regional Asia pada Rabu pagi ini juga bergerak variatif, dengan mayoritas indeks mengalami pelemahan.

Terkini