IPO Saham EMMI Resmi Melantai di Bursa Hari Ini, Simak Potensinya

Rabu, 08 Juli 2026 | 11:38:25 WIB
Ilustrasi: PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) resmi mencatatkan saham perdana atau listing di Bursa Efek Indonesia pada hari ini, Rabu (8/7/2026). Dalam aksi penawaran umum perdana ini, EMMI melepas 522.857.000 saham baru atau setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Harga penawaran saham EMMI ditetapkan sebesar Rp 470 per lembar dengan total nilai penawaran mencapai Rp 245,74 miliar. Saham ini diprediksi memiliki potensi kenaikan hingga auto rejection atas (ARA) mengingat tingginya minat investor dalam masa penawaran.

Berdasarkan pantauan, sebanyak 519.170 akun investor telah melakukan pemesanan saham EMMI. Secara teknis, harga saham EMMI akan mencapai ARA jika melonjak ke level Rp 585 dan terkena auto rejection bawah (ARB) jika turun ke level Rp 400.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyampaikan bahwa langkah IPO ini menjadi strategi penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perseroan sebagai penyedia alat kesehatan di Indonesia. Dana hasil IPO nantinya akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman, pembangunan gedung pabrik di Cikupa, serta pemenuhan modal kerja perusahaan.

“Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut,” ujar Florian sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Esa Medika Mandiri sendiri fokus pada perdagangan alat laboratorium, alat farmasi, dan alat kedokteran untuk berbagai fasilitas kesehatan. Hingga saat ini, perseroan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit yang didukung oleh jaringan kantor dan pabrik di sejumlah wilayah.

Dari sisi kinerja keuangan, EMMI mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar pada 2025, meningkat 18,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih tahun berjalan perusahaan melonjak signifikan sebesar 188,23 persen menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025.

Proses penawaran umum ini didukung oleh PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Ina Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Selain itu, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas turut berperan sebagai Penjamin Emisi Efek.

Terkini