Rekomendasi Saham Hari Ini: IHSG Berpotensi Menguat ke Level 6.000

Rabu, 08 Juli 2026 | 11:01:51 WIB
Ilustrasi: IHSG berpotensi menguat ke level 6.000 pada perdagangan Rabu, didukung sentimen cadangan devisa dan harga minyak. (Gambar: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu (8/7/2026), usai mencatatkan kenaikan 1,19 persen atau 70 poin ke level 5.986 pada Selasa pekan ini.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi area support IHSG berada di posisi 5.986 dengan resistance pada 6.021.

Kenaikan cadangan devisa Indonesia yang menunjukkan ketahanan sektor eksternal menjadi penopang sentimen pasar saham domestik saat ini.

Namun, pelaku pasar tetap memantau rilis Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang akan terbit pada Rabu, di samping pengaruh dari pergerakan harga minyak dunia.

Pelemahan harga emas juga dinilai berpotensi mengalihkan minat investor menuju aset berisiko seperti saham.

“Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguat dengan support 5.986 dan resistance 6.021, di mana dari sisi sentimen diperkirakan masih dipengaruhi oleh menguatnya cadangan devisa Indonesia dan besok akan ada rilis IKK Indonesia. Di sisi lain, diperkirakan akan dipengaruhi oleh penguatan harga minyak dunia dan pelemahan harga komoditas emas,” ujar Herditya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Untuk perdagangan Rabu, Herditya menyarankan investor ritel mencermati saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan target Rp 8.300-Rp 8.425, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) di level Rp 4.800-Rp 5.175, serta PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan target Rp 4.610-Rp 5.500.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyebutkan bahwa lonjakan IHSG pada Selasa didorong oleh sentimen domestik yang membaik dan aksi technical rebound.

Meski begitu, nilai transaksi yang tercatat sekitar Rp 10,37 triliun mencerminkan sikap investor yang masih cenderung berhati-hati.

Sentimen positif dalam negeri datang dari cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi 145,6 miliar dollar AS.

Rencana insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) bagi rumah susun bersubsidi juga diperkirakan mampu memacu sektor properti, didukung ekspektasi kebijakan pemerintah yang fokus pada pertumbuhan ekonomi.

“Sementara dari eksternal, pelaku pasar mulai menantikan rilis FOMC Minutes sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed,” ucap Reza sebagaimana dilansir dari sumber berita.

IHSG dinilai masih memiliki peluang menguat dengan menguji level resistance psikologis di 6.000, sementara posisi support berada di kisaran 5.734.

Level 6.000 menjadi penentu arah pergerakan indeks selanjutnya, di mana penembusan level tersebut akan memperkuat tren kenaikan ke depan.

Pelaku pasar kini mencermati rilis Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia serta risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dari bank sentral Amerika Serikat.

Reza merekomendasikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target Rp 6.400-Rp 6.550, PT Elnusa Tbk (ELSA) di kisaran Rp 610-Rp 630, dan PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) dengan target Rp 106-Rp 116 per saham.

Terkini