JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) dijadwalkan akan melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (7/7/2026). Proses ini dilaksanakan setelah kedua perusahaan menyelesaikan distribusi saham kepada para investor pada Senin (6/7/2026).
Manajemen Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan atas pencatatan saham JELI dan JECX tersebut. Keduanya menjadi perusahaan ke-2 dan ke-3 yang mencatatkan saham di bursa sepanjang tahun 2026.
Saham JELI, yang dikenal dengan merek dagang INACO, akan dicatatkan pada papan pengembangan. Sementara itu, JECX yang mengelola Jakarta Eye Center Hospital & Clinic akan menempati papan utama.
JELI menerbitkan 266 juta saham kepada publik atau setara dengan 21,01 persen dari total saham. Dengan harga final Rp900 per saham, perseroan berhasil meraih dana IPO sebesar Rp239,4 miliar dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp1,14 triliun.
Dana hasil IPO tersebut akan digunakan JELI sebesar 4,23 persen untuk biaya emisi dan 22,36 persen untuk modal kerja. Selain itu, sebesar 10,04 persen akan digunakan untuk mesin produksi, 56,70 persen untuk setoran modal anak usaha, dan 10,09 persen untuk melunasi utang jangka pendek.
Selanjutnya, JECX menjual sekitar 2,76 miliar saham baru atau 15 persen dari total saham dengan harga final Rp1.250 per lembar. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan mendapatkan dana sebesar Rp609,98 miliar dengan valuasi pasar mencapai Rp4,07 triliun.
Setelah dipotong biaya emisi sebesar 1,25 persen, dana IPO JECX akan digunakan 46,72 persen untuk modal kerja dan 30,33 persen untuk suntikan modal anak usaha dalam rangka pelunasan utang. Sisanya sebesar 22,95 persen akan digunakan untuk membayar utang perseroan kepada BCA dan HSBC.