Pasar Saham Wall Street Menguat, Dow Jones Tembus Rekor Penutupan

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12:23 WIB
Ilustrasi: Indeks Dow Jones menutup perdagangan Senin dengan rekor tertinggi di level 53.055,91. (Gambar: NET)

NEW YORK – Indeks-indeks saham di Wall Street kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Senin (6/7/2026) waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa saat penutupan, sementara Nasdaq melesat lebih dari satu persen berkat kebangkitan saham sektor teknologi dan semikonduktor.

Indeks Dow Jones tercatat naik 155,84 poin atau 0,29 persen menuju level 53.055,91 yang menjadi rekor penutupan tertinggi baru, sebagaimana dilansir dari sumber berita. Indeks tersebut bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi secara intraday.

Di sisi lain, S&P 500 menguat 0,72 persen ke posisi 7.537,43, sedangkan Nasdaq Composite melesat 1,12 persen ke level 26.121,16. Kenaikan ini sekaligus memperpanjang tren reli Wall Street setelah pekan lalu mencatatkan penguatan yang solid.

Saham-saham teknologi berperan sebagai motor utama bagi penguatan pasar kali ini. ETF sektor teknologi, Technology Select Sector SPDR, melonjak hampir 2 persen, dipimpin oleh kenaikan Western Digital sekitar 7 persen dan Teradyne sebesar 2,8 persen, sementara Marvell Technology naik lebih dari 1 persen serta Oracle menguat 2,5 persen.

Sepanjang pekan lalu, Dow Jones tercatat menguat hampir 2 persen, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing membukukan kenaikan 1,8 persen dan 2,1 persen.

Walaupun sektor semikonduktor sempat mengalami koreksi pekan lalu akibat aksi ambil untung investor, sentimen terhadap industri kecerdasan buatan dinilai masih tetap positif. ETF VanEck Semiconductor (SMH) memang sempat turun 3,2 persen selama pekan lalu dan mencatat pelemahan dua pekan beruntun, namun sepanjang semester pertama 2026, ETF tersebut masih mencatat kenaikan lebih dari 80 persen dan kembali menguat sekitar 2 persen pada perdagangan Senin.

Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene, menilai bahwa ekspektasi investor terhadap saham-saham kecerdasan buatan sudah sangat tinggi sehingga potensi kenaikan di paruh kedua tahun ini kemungkinan tidak akan sebesar enam bulan pertama. Menurutnya, arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada fundamental perusahaan, termasuk pertumbuhan laba, prospek bisnis, tingkat suku bunga, serta kondisi ekonomi Amerika Serikat.

"Selama fundamental tetap kuat dan kinerja keuangan sesuai ekspektasi, saham-saham tersebut masih memiliki ruang untuk naik," ujarnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di tengah reli Wall Street, saham Microsoft justru melemah hampir 1 persen setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 4.800 karyawan, atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerja mereka. Sebaliknya, saham Dell Technologies melonjak lebih dari 4 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempromosikan produk komputer Dell dari Gedung Putih usai membunyikan lonceng pembukaan perdagangan.

Terkini