Hari Ini Penutupan IPO BACH, Sebanyak 600.000 Lebih Investor Sudah Antre

Senin, 06 Juli 2026 | 11:35:32 WIB
Ilustrasi: Penawaran saham BACH berakhir hari ini, Senin, 6 Juli 2026, pukul 09.00 WIB. (Foto: NET)

JAKARTA – Masa penawaran umum perdana saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) mencapai hari terakhirnya. Tercatat lebih dari 600.000 investor telah mengantre untuk berpartisipasi dalam penawaran ini.

Penawaran akan berakhir pada hari ini, Senin, 6 Juli 2026, tepat pukul 09.00 WIB. Setelah penutupan, saham tersebut dijadwalkan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026.

Tingginya minat investor terlihat pada catatan Stockbit hingga Senin, 6 Juli 2026, jam 01.05 WIB, di mana terdapat 663.051 akun yang memesan. BACH menawarkan 615 juta saham baru dengan harga Rp 442 per saham.

Aksi korporasi ini menargetkan perolehan dana sebesar Rp 271,83 miliar untuk mendukung operasional perusahaan. Perusahaan ini dipandang memiliki posisi yang baik dalam memanfaatkan kebutuhan listrik cadangan nasional.

Semesta Indovest Sekuritas menilai penggabungan penyewaan genset dengan jasa pemeliharaan telekomunikasi memberikan keunggulan kompetitif. "Model bisnis yang terintegrasi membuka peluang perusahaan menangkap permintaan dari kebutuhan genset, mobile backup power, maintenance site, fiberisasi, hingga pembangunan infrastruktur digital," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai Rp 1,73 triliun, naik sebesar 39,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini utamanya didukung oleh bisnis penjualan dan penyewaan genset.

Profitabilitas perusahaan juga membaik, dengan laba bersih melonjak 97,5 persen secara tahunan menjadi Rp 156 miliar. Margin laba bersih tercatat naik ke level 9 persen dari 6,3 persen pada periode sebelumnya.

Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari bisnis genset sebesar Rp 978 miliar atau 56,4 persen dari total pendapatan 2025. Sektor jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi memberikan kontribusi Rp 755 miliar atau 43,6 persen.

Sejak 2023, posisi BACH menguat sebagai bagian dari ekosistem PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Grup ini memiliki jaringan luas yang mencakup 36.049 menara dan lebih dari 170.500 kilometer kabel serat optik hingga September 2025.

BACH bermitra dengan perusahaan besar seperti Indosat Hutchison, XL Axiata, Huawei, dan Telkomsel. Pada 2025, dua mitra utama, yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia dan PT Solusi Tunas Pratama Tbk menyumbang 28 persen terhadap pendapatan BACH.

Pasar generator Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$ 679,5 juta di 2024 menjadi US$ 1,76 miliar pada 2035 dengan rata-rata pertumbuhan 9,1 persen. Kebutuhan akan listrik cadangan terus meningkat seiring perkembangan sektor industri dan telekomunikasi.

Sektor menara telekomunikasi dan pusat data di Indonesia diperkirakan masing-masing tumbuh mencapai US$ 2,29 miliar dan US$ 3,48 miliar pada 2031. Pertumbuhan ini menempatkan BACH pada posisi strategis dengan layanan yang terintegrasi.

Risiko bagi investor meliputi ketergantungan pada pemasok luar negeri, fluktuasi nilai tukar, dan ketatnya persaingan pasar. Perusahaan dituntut untuk menjaga efisiensi dan kualitas layanan demi mempertahankan kontrak dengan klien.

Valuasi perusahaan menunjukkan rasio harga terhadap laba atau PER sebesar 11,6 kali pada 2025, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang mencapai 15,9 kali. Sementara itu, rasio harga terhadap nilai buku atau PBV berada di level 3,4 kali dengan tingkat pengembalian modal 29 persen.

Terkini