IPO Saham EMMI Ditutup Jam 9 Pagi Ini, 500 Ribu Lebih Investor Antre

Senin, 06 Juli 2026 | 11:35:32 WIB
Ilustrasi: EMMI melepas 522,8 juta saham baru dengan harga Rp 470 per saham dalam penawaran umum perdana di BEI. (Foto: NET)

JAKARTA – Para calon investor yang berminat mengikuti penawaran umum perdana saham atau initial public offering di Bursa Efek Indonesia harus segera melakukan pemesanan. Masa penawaran umum saham PT Esa Medika Mandiri Tbk dengan kode EMMI akan berakhir hari ini, Senin 6 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.

Perusahaan telah memulai masa penawaran umum sejak 2 Juli 2026, dengan jadwal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, EMMI melepas 522.857.000 saham baru atau 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp 470 per saham.

Total nilai penawaran ini mencapai Rp 245,74 miliar. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, minat terhadap perusahaan alat kesehatan ini sangat tinggi dengan jumlah akun investor yang mengantre mencapai 519.170 per Senin (6/7) jam 00.10 WIB.

Direktur Utama Esa Medika Mandiri, Florian Chris Widjaja, menyebut IPO ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pertumbuhan perusahaan. Florian menyatakan bahwa langkah ini menandai awal fase pertumbuhan baru bagi Esa Medika Mandiri.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan untuk penguatan struktur keuangan serta pengembangan usaha. Sebesar Rp 50 miliar akan dipakai untuk membayar sebagian pokok pinjaman, sementara sekitar 6,4 persen untuk belanja modal pembangunan pabrik Cikupa, dan 72,3 persen untuk modal kerja.

Florian mengungkapkan bahwa penguatan modal sangat penting mengingat meningkatnya kebutuhan fasilitas kesehatan terhadap alat medis yang berkualitas. EMMI menilai peluang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar karena adanya modernisasi rumah sakit dan penguatan industri dalam negeri.

"Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, jaringan distribusi nasional, fasilitas manufaktur lokal, serta kemitraan dengan berbagai prinsipal alat kesehatan, Perseroan berada pada posisi yang baik untuk menangkap peluang tersebut,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Esa Medika Mandiri sendiri bergerak di bidang perdagangan besar alat laboratorium, farmasi, serta kedokteran dan telah melayani lebih dari 200 rumah sakit di Indonesia. Perusahaan memiliki portofolio peralatan medis untuk mendukung layanan kritikal seperti ICU, ruang operasi, serta instalasi gawat darurat.

Pada tahun 2025, perusahaan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 454,64 miliar, yang berarti naik 18,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 384,93 miliar. Laba bersih tahun berjalan melonjak 188,23 persen menjadi Rp 32,44 miliar pada 2025 dari Rp 11,25 miliar pada 2024.

Proses IPO ini melibatkan PT BRI Danareksa Sekuritas serta PT Ina Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Selain itu, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk dan PT Investindo Nusantara Sekuritas turut bertindak sebagai Penjamin Emisi Efek.

Terkini