Tawarkan Kupon 7 Persen, ORI030 Resmi Meluncur Hari Ini

Senin, 06 Juli 2026 | 11:35:32 WIB
Ilustrasi: ORI030 resmi diluncurkan dengan kupon 7 persen, masa penawaran dimulai hari ini. (Gambar: NET)

JAKARTA – Pemerintah secara resmi memulai masa penawaran Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI030 pada hari ini, Senin (6/7/2026). Di tengah tren suku bunga yang tinggi, penerbitan ORI kedua pada tahun 2026 ini menawarkan tingkat kupon mencapai 7 persen.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan memasarkan ORI030 dalam tenor 3 dan 6 tahun. Masing-masing tenor tersebut memberikan imbal hasil sebesar 6,9 persen dan 7 persen per tahun.

Berdasarkan data historis, besaran kupon ini tercatat sebagai yang terbesar sejak tahun 2018. Pada masa itu, ORI015 menawarkan imbal hasil sebesar 8,25 persen per tahun.

Setelah periode tersebut, tingkat kupon hanya berkisar antara 4,9 hingga 6,75 persen per tahun akibat rendahnya suku bunga. Selain itu, ORI030 juga mencatatkan tingkat imbal hasil tertinggi setahun terakhir dibanding seluruh penerbitan awal SBN Ritel sejak 2025.

Rekor kupon tertinggi sejak 2025 sebelumnya dipegang oleh ORI027 dengan besaran 6,65 persen dan 6,75 persen per tahun. Tingginya kupon ORI030 membuat premi terhadap BI Rate yang berada di level 5,75 persen menjadi semakin menarik.

Saat ini, ORI030-T3 menawarkan spread sekitar 115 basis poin, sementara ORI030-T6 mencapai 125 basis poin di atas suku bunga acuan Bank Indonesia. ORI sendiri merupakan instrumen SBN ritel yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia.

Instrumen ini memberikan kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan hingga masa jatuh tempo. Kupon pertama ORI030 dijadwalkan cair pada 15 September 2026, dan akan dibayarkan setiap tanggal 15 tiap bulannya.

Masa jatuh tempo untuk ORI030-T3 ditetapkan pada 15 Juli 2029, sedangkan untuk ORI030-T6 adalah 15 Juli 2032. Jika jadwal pembayaran jatuh pada hari libur, maka pembayaran dilaksanakan pada hari kerja berikutnya tanpa adanya kompensasi bunga.

ORI dapat diperjualbelikan di pasar sekunder mulai 16 September 2026. Pemerintah menetapkan batas minimum pemesanan sebesar Rp1 juta dan kelipatannya.

Sementara itu, batas maksimum pemesanan ditetapkan sebesar Rp5 miliar untuk ORI030-T3 dan Rp10 miliar untuk ORI030-T6. Produk investasi ini memiliki target indikatif perolehan dana mencapai Rp20 triliun.

Masa penawaran ORI akan berlangsung dari 6 Juli 2026 pukul 09.00 WIB hingga 30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Pemesanan dilakukan melalui berbagai mitra distribusi yang terhubung dengan sistem elektronik e-SBN.

Terkini