Kuartal Pertama 2026, PT Black Diamond Resources Tbk Catat Penjualan Nihil

Minggu, 05 Juli 2026 | 10:36:38 WIB
Ilustrasi: PT Black Diamond Resources Tbk mencatat penjualan nihil pada kuartal pertama 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Emiten milik taipan asal Kalimantan Sujaka Lays, PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), mencatatkan penjualan nihil selama kuartal I 2026. Hal ini menyebabkan perusahaan tambang tersebut berbalik merugi sebesar Rp8,29 miliar, padahal pada periode yang sama tahun lalu mampu mencetak laba bersih Rp5,39 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, perseroan tidak mencatatkan penjualan maupun beban pokok penjualan selama tiga bulan pertama tahun ini. Perusahaan justru masih menanggung beban umum dan administrasi sebesar Rp4,84 miliar, beban keuangan Rp2,87 miliar, serta rugi selisih kurs sebesar Rp595,3 juta.

Kondisi nihilnya pendapatan ini disebabkan oleh metode pengakuan pendapatan dalam pembukuan perusahaan. Pendapatan baru akan diakui apabila kendali atas komoditas batu bara telah resmi berpindah kepada pihak pelanggan.

"Pendapatan penjualan diakui pada setiap penjualan individu ketika kontrol berpindah kepada pelanggan. Kontrol beralih ketika produk dimuat ke kapal yang akan mengirimkan batu bara ke pelabuhan tujuan atau ke lokasi pelanggan," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sejumlah indikator keuangan menunjukkan belum adanya transaksi yang memenuhi kriteria pengakuan pendapatan hingga akhir Maret 2026. Hal ini tercermin dari nilai persediaan batu bara yang meningkat menjadi Rp264,99 miliar, dibandingkan posisi Rp222,34 miliar pada akhir tahun 2025.

Selain itu, saldo uang muka penjualan tercatat masih tinggi, yakni mencapai Rp92,87 miliar atau relatif stagnan dibandingkan Rp91,90 miliar pada akhir tahun lalu. Kondisi ini menunjukkan perseroan masih memiliki stok batu bara yang telah dipesan dengan uang muka, namun proses pengakuannya sebagai pendapatan belum dapat dilakukan.

Terkini