JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan penguatan sebesar 2,28 persen ke level 5.875 dengan dominasi volume pembelian yang cukup kuat. Meski demikian, pergerakan indeks masih tertahan oleh garis MA20.
Berdasarkan riset MNC Sekuritas pada Minggu (5/7/2026), IHSG tercatat terkoreksi 0,35 persen pada timeframe weekly dan masih didominasi oleh tekanan jual. "Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540," sebagaimana dilansir dari sumber berita.
Investor disarankan mencermati skenario merah di mana IHSG sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3. Untuk perdagangan besok, indeks dipatok pada level support 5.486, 5.317 serta resistance 6.007, 6.286.
Untuk saham AVIA, emiten ini menguat 4,58 persen ke Rp320 dengan posisi sedang berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C]. Rekomendasi buy on weakness berada di rentang Rp254-288, dengan target harga Rp330-348 dan stop loss di bawah Rp248.
Selanjutnya, saham JPFA menguat 4,37 persen ke Rp2.030 dan diprediksi berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C). Disarankan buy on weakness pada Rp1.975-2.020, dengan target harga Rp2.100-2.210 serta stop loss di bawah Rp1.925.
Saham MLPL juga terpantau menguat 3,80 persen ke Rp82 yang diduga berada pada bagian awal wave 1 dari wave (1). Rekomendasi buy on weakness disarankan pada rentang Rp79-81, target harga Rp89-97, dan stop loss di bawah Rp75.
Terakhir, PSAB menguat 4,08 persen ke Rp408 dan diperkirakan berada di bagian awal wave [iv] dari wave C. Investor disarankan buy on weakness di kisaran Rp390-402, dengan target harga Rp444-464 dan stop loss di bawah Rp374.