OJK Ajak Emiten Terapkan Strategi Keberlanjutan Demi Gaet Investor

Jumat, 03 Juli 2026 | 14:56:05 WIB
Ilustrasi: Ketua Dewan Komisioner OJK mendorong emiten untuk menerapkan strategi keberlanjutan untuk menarik investor. (Foto: NET)

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di tingkat global kini trennya kian menguat. Kondisi ini harus segera direspons oleh para emiten melalui penguatan strategi keberlanjutan agar dapat terus kompetitif bagi para investor.

Friderica menyampaikan pandangan tersebut setelah mengikuti agenda London Climate Action Week, sebuah forum pertemuan antara regulator, pemerintah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan yang berfokus pada isu keuangan berkelanjutan. "Saya baru kembali dari London Climate Action Week. Di sana bertemu, berkumpul para pelaku bisnis dari berbagai belahan dunia, regulator, pemerintah, dan juga semua yang tertarik pada isu keberlanjutan, sustainable finance, dan kami melihat trennya sangat luar biasa," ujarnya ketika menyampaikan sambutan pada Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026, Kamis (2/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Korporasi harus mulai bersiap agar bisnis yang dijalankan dapat bertahan dalam jangka panjang. Isu keberlanjutan saat ini telah bergeser menjadi salah satu aspek utama yang dipertimbangkan oleh investor maupun lembaga keuangan sebelum mengucurkan pendanaan. "Saya percaya Bapak-Ibu di sini juga berpikir perusahaannya Bapak-Ibu harus terus eksis, walaupun nanti kami semua di sini sudah tidak ada. Harapannya, perusahaan yang Bapak-Ibu dirikan, perusahaan yang Bapak-Ibu pimpin akan terus berkelanjutan di masa yang akan datang," tuturnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Friderica menjelaskan bahwa para investor global kini semakin aktif berburu perusahaan yang memegang komitmen terhadap ESG serta ekonomi hijau. Fenomena serupa juga melanda sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, yang kian memprioritaskan penyaluran pembiayaan ke korporasi yang fokus pada aspek keberlanjutan. "Karena trennya luar biasa, investor mencari perusahaan-perusahaan yang punya fokus pada isu keberlanjutan, dan juga sektor jasa keuangan, misalnya perbankan, dan lain-lain, juga mencari perusahaan-perusahaan yang mempunyai fokus pada ESG, green economy, dan sebagainya," ucapnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Otoritas Jasa Keuangan telah meluncurkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia sebagai panduan nasional dalam mengelompokkan aktivitas ekonomi hijau serta transisi yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional sekaligus standar internasional. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan terus memperkokoh pengelolaan risiko iklim melalui perumusan metodologi manajemen risiko iklim untuk meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan.

Friderica menegaskan bahwa perubahan iklim kini bukan lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang sedang menerpa dunia usaha saat ini. "Kalau kami bicara tentang risiko iklim, itu kami sudah tidak bicara lagi tentang future risk, it is happening now," tegasnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sebagai bukti, ia mengisahkan pengalamannya saat menghadiri London Climate Action Week ketika gelombang panas (heatwave) menerjang Inggris dan beberapa negara Eropa hingga sempat menghambat jalannya salah satu forum internasional. Situasi tersebut harus menjadi alarm bagi setiap perusahaan untuk mematangkan kualitas pengungkapan keberlanjutan dan memperkokoh strategi bisnis jangka panjang guna menghadapi risiko perubahan iklim serta memenuhi ekspektasi investor global.

Terkini