Laba Bersih US$82 Juta, Saham MBMA Berpotensi Melonjak 57 Persen

Jumat, 03 Juli 2026 | 14:41:58 WIB
Ilustrasi: PT Merdeka Battery Materials membukukan laba bersih US$82 juta pada kuartal I-2026. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meraih pencapaian impresif pada kuartal I-2026. Perusahaan berhasil mengubah kerugian bersih senilai US$3,5 juta menjadi laba bersih sebesar US$82 juta.

Menurut data Phintraco Sekuritas, pendapatan produsen nikel ini melonjak 24 persen hingga mencapai US$455 juta. Peningkatan tersebut didorong oleh kontribusi lini bisnis NPI dan bijih nikel.

Pertumbuhan ini ditopang aktivitas ekspor ke China sebesar 31 persen dari total pendapatan serta kenaikan harga jual rata-rata nikel di awal tahun 2026. Dari sisi operasional, Phintraco mencatat produksi bijih nikel saprolit mencapai 2,3 juta ton atau tumbuh 72 persen, sementara volume penjualannya naik 42 persen menjadi 1,9 juta ton, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Capaian ini diraih karena MBMA fokus meningkatkan suplai bijih nikel dari tambang SCM untuk smelter, sekaligus mengurangi belanja saprolit eksternal. "Sementara itu, produksi dan penjualan bijih nikel limonit naik 195% menjadi 5,4 juta ton dan 126% YoY menjadi 4,8 juta juta ton," tulis Phintraco, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Akselerasi produksi limonit ditujukan untuk mendukung operasional HPAL PT ESG New Energy Material yang kini sudah memproduksi MHP sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik. Phintraco memaparkan bahwa pengerjaan fasilitas HPAL terus menunjukkan perkembangan positif, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Manajemen menargetkan tahap commissioning pabrik SLNC berlangsung di paruh kedua tahun 2026, disusul produksi MHP pertama. Phintraco merekomendasikan buy untuk saham MBMA dengan harga wajar Rp790, yang memberikan potensi penguatan 57 persen.

Faktor risiko yang perlu diperhatikan meliputi penerapan windfall tax, kenaikan harga mineral acuan, serta wacana skema tarif royalti baru untuk sektor nikel.

Terkini