PT Delta Djakarta Tbk Bagikan Dividen 144,91 Miliar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:17:28 WIB
Ilustrasi: PT Delta Djakarta Tbk umumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 144,91 miliar untuk tahun buku 2025. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai sebesar Rp 144,91 miliar. Pembagian dividen ini setara dengan Rp 181 per lembar saham.

Keputusan tersebut diambil sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan pada 25 Juni 2026. Perseroan mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025, termasuk laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 149,91 miliar.

Laba bersih perseroan sebagian digunakan untuk dividen, sementara sekitar Rp 1 juta disisihkan sebagai dana cadangan. Sisa laba bersih lainnya ditetapkan sebagai laba ditahan untuk keperluan perseroan.

Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 3 Juli 2026, sedangkan ex dividen pada 6 Juli 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 7 Juli 2026 dan ex dividen pada 8 Juli 2026.

Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai adalah 7 Juli 2026 pukul 16:00. Pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham akan dilaksanakan pada 24 Juli 2026.

Harga saham DLTA ditutup turun 0,52 persen menjadi Rp 1.900 pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.925 dan level terendah Rp 1.900 per saham dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1,52 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 1,28 persen ke level 5.820,79 pada perdagangan Senin. Koreksi indeks terjadi karena mayoritas sektor saham melemah dan nilai transaksi harian berada di bawah Rp 10 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai bahwa pergerakan IHSG secara teknikal masih berada dalam tren menurun atau downtrend channel. Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah dan harga minyak mentah di kisaran US$ 70 per barel.

“Investor juga masih mencermati akan rilis data-data makro Amerika Serikat (AS) pada pekan ini dan juga mencermati akan sinyal kebijakan suku bunga The Fed,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pihaknya memperkirakan masih terjadi aliran keluar modal asing atau foreign outflow pada IHSG. Kondisi ini diperburuk dengan kecenderungan nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat di level 17.880.

Terkini