JAKARTA – Harga minyak mengalami koreksi pada sesi perdagangan Jumat (26/6/2026) pagi, setelah sempat melonjak lebih dari 2 persen pada hari kemarin.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.27 WIB, nilai minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 berada di level US$ 71,64 per barel, turun 0,39 persen dari harga sebelumnya di US$ 71,92 per barel.
Harga komoditas minyak kembali menyusut setelah sebuah kapal kargo mendapat serangan di kawasan Selat Hormuz. Situasi tersebut memicu kecemasan baru mengenai keamanan pelayaran di sepanjang jalur perairan vital tersebut.
Kapal kargo yang sedang berlayar menuju arah tenggara Oman tersebut dilaporkan terhantam proyektil. Sebelumnya, sejumlah kapal tanker telah berlayar melewati Selat Hormuz seiring adanya kemajuan awal menuju kesepakatan permanen guna menyudahi konflik perang antara AS dan Iran.
Pada awal pekan ini, distribusi minyak dari Teluk Persia yang dialirkan melalui Selat Hormuz sempat mengalami penurunan dengan ritme tercepat sejak perang pecah.
Pihak Goldman Sachs Group Inc memaparkan bahwa mereka menilai volume ekspor Teluk saat ini berjalan hampir dua pertiga dari tingkat normalnya, sementara laju penurunan persediaan minyak global mulai melambat, sebagaimana dilansir dari sumber berita.