BNI Sekuritas Rekomendasikan 6 Saham di Tengah Potensi Kenaikan IHSG

Jumat, 26 Juni 2026 | 11:04:04 WIB
Ilustrasi: BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham dengan potensi kenaikan terbatas pada IHSG Jumat (26/6/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Proyeksi ini didasarkan pada analisis teknikal dan rekomendasi yang diberikan oleh BNI Sekuritas.

Secara teknikal, IHSG berhasil menguat 1,96 persen ke level 5.999 pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Namun, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual bersih investor asing sebesar Rp 299 miliar, terutama pada saham BMRI, BBRI, KLBF, AMMN, dan JSMR.

”Hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas,” sebagaimana dilansir dari sumber berita. Area support hari ini berada di kisaran 5.960–5.920, sedangkan resistance di level 6.060–6.120.

Pergerakan indeks diperkirakan akan dipengaruhi oleh kombinasi optimisme sektor semikonduktor global dan kekhawatiran pasar atas inflasi Amerika Serikat yang kembali meningkat. Data ekonomi AS menunjukkan inflasi Mei naik menjadi 4,0 persen, disertai pertumbuhan PDB kuartal I yang direvisi menjadi 2,1 persen.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat masih terbuka. Dari kawasan Asia, mayoritas bursa ditutup menguat, didorong oleh optimisme prospek industri chip dan teknologi.

BNI Sekuritas memberikan rekomendasi speculative buy untuk sejumlah saham berikut dengan catatan bagi investor untuk memperhatikan peluang cut loss jika harga berbalik turun:

JPFA: Area beli 2.010–1.990, target 2.040–2.070, cut loss <1.985.

MDKA: Area beli 2.890–2.870, target 2.940–2.980, cut loss <2.860.

ASII: Area beli 4.900–4.880, target 5.000–5.075, cut loss <4.870.

GULA: Area beli 645–640, target 655–665, cut loss <635.

DSSA: Area beli 825–820, target 845–855, cut loss <820.

RMKE: Area beli 2.340–2.320, target 2.380–2.410, cut loss <2.320.

Analisis ini merupakan rangkuman dari riset BNI Sekuritas dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Investor disarankan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Terkini