BRIS Jadi Top Performer, Sektor Perbankan Kompak Menguat Hari Ini

Jumat, 26 Juni 2026 | 10:27:53 WIB
Ilustrasi: Saham BRIS mencatat kenaikan signifikan 5 persen sebagai top performer di pasar hari ini. (Foto: NET)

JAKARTA – Saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) sukses tampil sebagai motor penggerak utama (top performer) dengan mencatatkan lonjakan harga hingga 5 persen di tengah aksi borong investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang perdagangan hari ini. Sejalan dengan BRIS, sektor perbankan secara keseluruhan langsung bergerak bangkit (rebound) setelah sempat tertekan pada hari sebelumnya.

Investor Relations BSI (BRIS), Rizky Budinanda, menjelaskan bahwa sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memegang mandat strategis untuk memperdalam penetrasi produk keuangan syariah.

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BRIS memainkan peran strategis dalam mendorong penetrasi keuangan syariah nasional. Pangsa pasar perbankan syariah terhadap total industri perbankan terus meningkat, dan BRIS menjadi lokomotif utama pertumbuhan tersebut; baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun jumlah nasabah," ujar Rizky dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Rizky menuturkan, lompatan kinerja BSI saat ini berada di jalur yang searah dengan peta jalan kebijakan ekonomi makro pemerintah. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, penguatan ekosistem ekonomi syariah diangkat menjadi pilar krusial dalam program prioritas Asta Cita.

"Momentum ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintah. Program Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan penguatan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan nasional, termasuk melalui optimalisasi peran BRIS dalam menyalurkan pembiayaan produktif, serta memperluas akses keuangan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pedesaan," kata dia, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Apresiasi pasar terhadap BRIS disokong oleh fundamental perseroan yang tangguh. Berdasarkan laporan kinerja per Mei 2026, penyaluran pembiayaan BSI terus melaju kencang, terutama didominasi oleh performa segmen konsumer.

Pertumbuhan ekspansif tersebut selaras dengan kualitas aset yang sehat, tercermin dari rasio Cost of Credit (CoC) di level 0,66 persen serta tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang aman di angka 1,8 persen. Dari sisi modal, likuiditas BSI terpantau longgar dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang bertahan di bawah level 90 persen.

Keandalan perseroan diperkuat oleh efisiensi penghimpunan dana murah syariah yang menekan Cost of Fund (CoF) BRIS ke level yang kompetitif di industri perbankan nasional. Pada penutupan perdagangan, saham BRIS ditutup naik 5 persen ke level Rp1.785 per saham.

Saham perbankan lainnya juga turut menguat, di antaranya BBRI yang naik 1,42 persen ke Rp2.850, BMRI menguat 0,76 persen ke Rp4.000, dan BBNI melonjak 0,90 persen ke level Rp3.350. Pergerakan ini sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 115,16 poin atau 1,96 persen ke level 5.999.

Terkini