Khawatir Gangguan Suplai Mereda, Harga Minyak Dunia Jatuh

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:08:37 WIB
Ilustrasi: Harga minyak dunia turun signifikan setelah kekhawatiran gangguan suplai mereda. (Foto: NET)

JAKARTA – Nilai minyak mentah referensi internasional merosot lebih dari USD3 per barel pada Rabu (24/6/2026), sekaligus membukukan posisi penutupan terendah sejak sebelum konflik Iran berkobar. Penurunan ini terjadi setelah kekhawatiran terhadap gangguan suplai berkurang seiring banyaknya armada kapal tanker minyak yang berhasil berlayar keluar dari Selat Hormuz.

Nilai minyak mentah Brent untuk pengapalan berjangka ditutup turun USD 3,34 atau 4,3 persen menuju USD 73,74 per barel. Di sisi lain, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menyusut 3,9 persen menjadi USD 70,34 per barel.

Harga Brent sempat menyentuh level terendah di USD 73,12 per barel, yang merupakan posisi terlemah sejak 27 Februari, tepat sehari sebelum gempuran Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dilancarkan. Sementara itu, kontrak minyak mentah AS jatuh di bawah USD70 per barel untuk pertama kalinya sejak 2 Maret.

Menteri Energi AS Chris Wright menuturkan bahwa arus minyak mentah yang melewati Selat Hormuz kini hampir pulih seperti situasi sebelum perang Iran pecah. Kapal-kapal tanker mulai berlayar keluar dari rute laut krusial tersebut melalui bantuan pengamanan militer.

Dalam pidatonya di Reuters Global Energy Forum di New York, Wright mengatakan sekitar 20 juta barel minyak mentah telah keluar dari Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir. Meski begitu, pemulihan lalu lintas pelayaran masih terhambat akibat keberadaan ranjau laut Iran di area tersebut.

Wright menambahkan, Iran tidak akan mampu memblokir Selat Hormuz ke depannya. Amerika Serikat (AS), kata dia, akan memastikan kelancaran arus minyak meskipun belum ada kesepakatan dengan Teheran, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Data aktivitas pelayaran menunjukkan tiga armada kapal tanker yang sebelumnya tertahan dan mengangkut kurang lebih 5 juta barel minyak mentah mulai bertolak dari selat tersebut pada Rabu. Dua di antaranya bertolak ke Asia setelah kesepakatan temporer antara Iran dan AS membuka kembali pasokan yang sebelumnya tertahan di area Teluk.

Pada pasar fisik, kargo minyak mentah ditransaksikan dengan potongan harga di berbagai belahan dunia. Dinamika ini turut mengubah pola perdagangan karena pasar menerima tekanan dari bertambahnya suplai minyak Timur Tengah, seiring dengan Iran bersiap meningkatkan penjualan pasca mendapatkan kelonggaran temporer atas sanksi AS.

Bank investasi J.P. Morgan pada Rabu menurunkan estimasi harga minyak Brent untuk paruh kedua 2026. Penurunan proyeksi tersebut dipicu oleh berkurangnya stok komersial negara-negara OECD yang tidak sebesar perkiraan serta melemahnya tingkat permintaan minyak.

J.P. Morgan mengestimasi harga minyak Brent rata-rata berada di angka USD 86 per barel pada kuartal III-2026 serta USD 80 per barel pada kuartal IV-2026.

Terkini