Saham INDF Terus Diburu Asing, Valuasi Menarik dengan Laba Rp 1.217

Kamis, 25 Juni 2026 | 10:55:26 WIB
Ilustrasi: Investor asing terus mengakumulasi saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sejak 12 Juni 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – Saham emiten milik Anthoni Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), terus-menerus dibeli oleh investor asing. Sejak 12 Juni 2026 hingga 24 Juni 2026, saham berkode INDF ini selalu mencatatkan net buy dari investor asing dengan total akumulasi mencapai Rp 102,97 miliar.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026), harga saham Indofood Sukses Makmur ditutup stagnan di level Rp 6.750. Sebanyak 5,76 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 2.811 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 38,97 miliar, di mana investor asing mencetak net buy sebesar Rp 17,45 miliar.

Dalam sepekan terakhir, pergerakan saham emiten milik Anthoni Salim ini cenderung bergerak mendatar (sideways). Secara valuasi, saham INDF dinilai atraktif karena terdiskon dari nilai bukunya dengan rasio price to value (PBV) sebesar 0,77 kali.

Sementara itu, price-to-earnings ratio (PER) INDF berada di posisi 5,01 kali secara tahunan (annualized). Rasio ini merupakan perbandingan antara harga saham di pasaran dengan laba per saham emiten yang telah disetahunkan.

CGS International Sekuritas menjagokan saham INDF untuk perdagangan Kamis (25/6/2026). Broker efek tersebut menyarankan spec buy untuk INDF dengan level support 6.625 dan melakukan cut loss jika harga menembus di bawah 6.500.

"Jika tidak break di bawah 6.625, potensi naik ke 6.875-7.000 short term," sebut CGS, sebagaimana dilansir dari sumber berita. PT Indofood Sukses Makmur Tbk dijadwalkan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026.

Pada tahun buku 2024, INDF telah membagikan dividen sebesar Rp 280 per saham atau totalnya mencapai Rp 2,45 triliun, yang setara dengan sekitar 28,45 persen dari laba bersih INDF 2024 sebesar Rp 8,64 triliun. Adapun pada tahun buku 2025, INDF mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 10,68 triliun atau setara dengan Rp 1.217 per saham.

Dengan asumsi payout ratio dividen yang sama, terdapat ekspektasi apakah dividen INDF untuk tahun buku 2025 akan menembus angka Rp 3 triliun atau sekitar Rp 346 per saham.

Terkini