IHSG Tertekan Pengumuman MSCI, 5 Saham Ini Layak Dicermati

Rabu, 24 Juni 2026 | 09:39:43 WIB
Ilustrasi: IHSG tertekan oleh pengumuman MSCI dengan potensi pengujian level 6.000 pada perdagangan Rabu (24/6/2026). (Gambar: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menghadapi tekanan dari hasil pengumuman MSCI pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Indeks diprediksi bergerak dalam rentang resistance 6.200, pivot 6.100, dan support 6.000.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah di posisi 6.101,33 atau turun 0,25 persen. Sementara itu, nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,09 persen ke level Rp 17.859 per dolar AS.

"Sentimen negatif dari eksternal dan hasil pengumuman MSCI diperkirakan akan memicu IHSG hari ini berpeluang menguji level 6000," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (24/6/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Hasil tinjauan klasifikasi pasar tahunan MSCI masih menempatkan Indonesia di kategori Emerging Market pada Rabu dini hari. Meski begitu, pihak MSCI menyebutkan bahwa para pelaku pasar mengungkapkan kekhawatiran mendalam mengenai kelayakan investasi di Indonesia.

Pihak MSCI memberikan apresiasi terhadap langkah reformasi transparansi yang dijalankan oleh OJK, BEI, dan KSEI. Reformasi tersebut mencakup keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih detail, penerapan konsentrasi kepemilikan saham tinggi, serta kenaikan syarat free float minimum menjadi 15 persen.

MSCI akan memantau efektivitas dan konsistensi dari langkah-langkah tersebut secara berkelanjutan. Apabila tidak terlihat kemajuan memadai hingga tinjauan indeks November 2026, MSCI mungkin mempertimbangkan konsultasi terkait reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan paket stimulus ekonomi untuk semester II-2026 dengan nilai total Rp 26,34 triliun yang terbagi dalam 8 program insentif. Stimulus tersebut meliputi insentif pembebasan pajak bagi penulis dan transportasi senilai Rp 2,04 triliun, program magang nasional senilai Rp 6,26 triliun, serta bantuan pangan mencapai Rp 18,04 triliun.

Rincian paket tersebut mencakup tarif khusus PPh final royalti 1,5 persen bagi penulis, diskon transportasi, insentif impor LPG, pelatihan vokasi, serta bantuan stabilisasi harga pangan. "Adanya stimulus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga," papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Sebagai penutup, Phintraco Sekuritas memberikan daftar lima saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan investor. Saham-saham tersebut meliputi CUAN, ESSA, RAJA, BIPI, dan PTRO.

Terkini