Clipan Finance Bagikan Dividen Yield 13 Persen, Simak Jadwal Lengkapnya

Selasa, 23 Juni 2026 | 10:17:41 WIB
Ilustrasi: Pembayaran dividen Clipan Finance dijadwalkan pada 22 Juli 2026 kepada pemegang saham tercatat. (Foto: NET)

JAKARTA – Salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membagikan dividen dengan imbal hasil (yield) yang cukup besar. Hal ini menarik perhatian karena harga saham perusahaan tersebut hanya berada di kisaran Rp 300-an dengan kinerja yang positif sepanjang tahun 2026.

PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham untuk tahun buku 2025. Setiap pemegang saham berhak menerima dividen sebesar Rp50 per saham.

Pada perdagangan Senin (22/6/2026), saham CFIN ditutup menguat 2 poin atau 0,55 persen ke level Rp368 per saham. Dengan harga tersebut, dividen tunai sebesar Rp50 per saham mencerminkan estimasi dividend yield sekitar 13,6 persen.

Investor yang ingin mendapatkan dividen harus memperhatikan jadwal cum dividen dan recording date yang telah ditetapkan. Berikut jadwal pembagian dividen tunai CFIN untuk tahun buku 2025:

  • Cum dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 26 Juni 2026
  • Ex dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 29 Juni 2026
  • Cum dividen di Pasar Tunai: 30 Juni 2026
  • Ex dividen di Pasar Tunai: 1 Juli 2026
  • Recording Date: 30 Juni 2026
  • Tanggal pembayaran dividen tunai: 22 Juli 2026

Investor yang membeli saham CFIN paling lambat pada tanggal cum dividen di Pasar Reguler, yakni 26 Juni 2026, berhak memperoleh dividen tersebut. Sebaliknya, pembelian saham setelah tanggal ex dividen tidak lagi mendapatkan hak atas pembagian dividen tahun buku 2025.

Selain membagikan dividen, perusahaan pembiayaan ini mencatatkan kinerja yang baik pada awal tahun 2026. Clipan Finance membukukan laba bersih sebesar 59,33 miliar per Maret 2026, atau tumbuh 69,32 persen secara Year on Year (YoY).

Direktur Utama Clipan Finance, Harjanto Tjitohardjojo, menyebut pertumbuhan laba tersebut didorong oleh kombinasi pembiayaan berkualitas, pengelolaan aset yang prudent, serta efisiensi operasional. "Dengan demikian, kinerja perusahaan tetap solid dan profitabilitas dapat terus ditingkatkan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Harjanto menyatakan pihaknya akan menerapkan strategi kehati-hatian serta memperkuat manajemen risiko. "Ditambah, menjaga efisiensi operasional agar kinerja dan profitabilitas tetap terjaga secara berkelanjutan," tuturnya, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Harjanto mengakui terdapat sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi perolehan laba di masa depan. Tantangan tersebut meliputi kondisi makro ekonomi seperti daya beli masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, serta potensi fluktuasi suku bunga yang berdampak pada biaya dana dan permintaan pembiayaan.

Terkini