Pasca Kebakaran, DPUM Optimistis Lanjutkan Ekspor pada Juli 2026

Senin, 22 Juni 2026 | 14:06:29 WIB
Ilustrasi: DPUM optimistis melanjutkan kegiatan ekspor pada Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) secara intensif melakukan berbagai langkah pemulihan setelah insiden kebakaran yang melanda salah satu unit produksinya. Pihak emiten memastikan aktivitas operasional utama tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Komisaris Utama PT Dua Putra Utama Makmur Tbk, Sherley Chandra Hadipurnomo, menjelaskan bahwa fasilitas Produksi Pabrik 1 yang tidak terdampak kebakaran masih beroperasi normal dan menjadi tumpuan utama produksi perseroan.

"Kami memastikan operasional produksi utama tetap berjalan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terus terpenuhi. Fokus kami saat ini adalah mempercepat proses pemulihan fasilitas yang terdampak," ungkap Sherley sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Saat ini, fasilitas produksi Pabrik 2 sedang menjalani perbaikan minor sembari menunggu kedatangan mesin baru. DPUM menargetkan fasilitas tersebut dapat beroperasi kembali secara bertahap dalam waktu sekitar tiga bulan ke depan.

Selain itu, perseroan tengah memperbaiki sarana produksi Pabrik 3 serta infrastruktur pendukung yang terdampak oleh peristiwa kebakaran. Di tengah fase pemulihan ini, DPUM memproyeksikan kegiatan ekspor dapat kembali dilaksanakan pada pertengahan Juli 2026.

Sherley menyatakan bahwa dampak insiden kebakaran ini diperkirakan tidak akan mengganggu jalannya operasional perseroan secara signifikan dalam jangka panjang.

"Kami tetap optimistis terhadap prospek usaha dan pencapaian target kinerja tahun 2026. Dukungan pelanggan, mitra bisnis, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting bagi Perseroan untuk terus bertumbuh," pungkasnya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berdasarkan data keuangan per 31 Maret 2026, DPUM mencatatkan pendapatan sebesar Rp 219,66 miliar. Pendapatan tersebut terdiri dari pasar ekspor sebesar Rp 214,42 miliar dan pasar domestik sebesar Rp 5,24 miliar.

Terkini