Siap IPO, Esa Medika Incar Dana Segar hingga 269 Miliar Rupiah

Senin, 22 Juni 2026 | 09:55:04 WIB
Ilustrasi: PT Esa Medika Mandiri bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – PT Esa Medika Mandiri Tbk. dijadwalkan melantai perdana di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026 mendatang. Perusahaan penyedia alat kesehatan ini menargetkan perolehan dana penawaran umum hingga 269 miliar rupiah.

Dalam prospektus awal yang diterbitkan Minggu (21/6/2026), Esa Medika berencana menerbitkan sekitar 522,86 juta saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di bursa.

Perusahaan menetapkan harga penawaran pada kisaran 446 rupiah hingga 515 rupiah per saham selama masa penawaran awal (book building). Melalui langkah ini, perseroan berpotensi meraih dana segar di kisaran 233 miliar rupiah hingga 269 miliar rupiah.

Sebanyak 68,7 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja. Rinciannya, 6,6 persen dialokasikan untuk membeli alat kesehatan terkait proyek soft loan dari Kementerian Kesehatan.

Selanjutnya, sebesar 93,4 persen dari porsi modal kerja tersebut akan digunakan untuk memperkuat stok atau persediaan alat kesehatan. Esa Medika merinci total pembelian alat kesehatan tersebut mencapai 165 miliar rupiah, termasuk pembelian Electro Cauter senilai 45,6 miliar rupiah dan instrumen bedah Medicon sebesar 30 miliar rupiah.

Perusahaan juga mencatat adanya transaksi afiliasi dalam pembelian alat kesehatan, yakni electrosurgical unit merek Bowa senilai 30 miliar rupiah dan lampu operasi merek Simeon sebesar 23 miliar rupiah kepada PT Sonnen Utama Nasional. Selain itu, terdapat pembelian benang bedah senilai 21,4 miliar rupiah dari PT Esa Wego Indonesia.

Sekitar 18,5 persen atau 50 miliar rupiah dari dana IPO akan digunakan untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Ina Perdana. Saat ini, perseroan masih memiliki sisa utang kredit modal kerja sebesar 42,9 miliar rupiah dan kredit investasi senilai 15,3 miliar rupiah.

Terakhir, sebesar 11,8 persen dana akan dialokasikan untuk pengembangan usaha berupa pembangunan gedung pabrik di Cikupa. Fasilitas baru untuk produksi produk perseroan ini ditargetkan rampung paling lambat pada kuartal IV 2026.

Terkini