Dolar AS Menguat, Harga Emas Global Anjlok 1,14 Persen

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:32:30 WIB
Ilustrasi: Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam setahun, menekan harga emas global. (Gambar: NET)

NEW YORK – Nilai komoditas emas merosot tajam pada sesi perdagangan Kamis (18/6/2026), meskipun sempat menunjukkan penguatan sepanjang jam perdagangan. Penurunan ini terjadi akibat kebijakan moneter The Fed yang cenderung ketat (hawkish) serta lonjakan nilai mata uang dolar AS ke posisi tertingginya dalam setahun terakhir.

Dikutip dari Reuters, koreksi pada emas juga dipicu berkurangnya kekhawatiran inflasi pasca-tercapainya pakta gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang memangkas nilai minyak. Nilai emas spot ditutup merosot 1,14% ke level US$ 4.209,15 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November 2025.

Nilai emas berjangka AS berakhir anjlok 3,51% ke posisi US$ 4.227,75 per ons troi. “Hal paling signifikan adalah perubahan nada The Fed yang lebih hawkish. Itu mendorong dolar ke level tertinggi tahun ini, sehingga emas berada di bawah tekanan,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

The Fed dalam rapat terbarunya mempertahankan suku bunga, namun sembilan dari 19 otoritas moneter masih memproyeksikan potensi pengetatan suku bunga di penghujung tahun. CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga pada Desember kini mencapai 85%, melonjak dari 61% sebelum rilis kebijakan.

Penguatan indeks dolar AS membuat emas yang dinilai dengan mata uang dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli global. Emas, sebagai instrumen investasi tanpa imbal hasil, cenderung terbebani dalam situasi suku bunga yang tinggi.

Secara geopolitik, Amerika Serikat dan Iran telah mempublikasikan draf kesepakatan temporer untuk menyudahi konflik, meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan melayangkan gempuran lanjutan jika terjadi pelanggaran. Pada sektor energi, nilai minyak jenis Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing melosot ke level terendah sejak awal Maret.

Komoditas logam mulia lainnya turut terseret ke zona merah pada perdagangan tersebut. Nilai perak spot anjlok 3,22% menjadi US$ 65,72 per ons, platinum terkoreksi 2,39% ke posisi US$ 1.689,73 per ons, dan palladium merosot 2,94% menuju angka US$ 1.282,6 per ons.

Terkini