Sektor Teknologi Dorong Wall Street Bangkit dari Tekanan The Fed

Jumat, 19 Juni 2026 | 10:09:31 WIB
Ilustrasi: Indeks Nasdaq Composite menguat 1,91% didorong oleh saham teknologi pada perdagangan Kamis (18/6/2026). (Foto: NET)

NEW YORK – Indeks saham Wall Street berhasil pulih pada perdagangan Kamis (18/6/2026), usai sehari sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan pasar didorong oleh saham-saham sektor teknologi serta semikonduktor yang kembali diburu investor.

Indeks Nasdaq Composite melesat 1,91% ke posisi 26.517,93, sementara S&P 500 melonjak 1,08% ke level 7.500,58. Dow Jones Industrial Average juga tercatat menguat tipis 72,15 poin atau 0,14% menjadi 51.564,70.

Saham produsen chip menjadi penggerak utama reli pasar setelah Intel melonjak 10,6%. Lonjakan ini terjadi menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai kemitraan Intel dengan Apple untuk pengembangan chip di AS.

Sentimen positif tersebut turut memicu kenaikan saham semikonduktor lainnya, seperti Nvidia yang naik sekitar 3% dan Micron Technology yang melesat hampir 9%. Selain itu, iShares Semiconductor ETF terpantau menguat lebih dari 6%.

Chief Executive Officer The Wealth Alliance, Robert Conzo, menilai pasar mulai menunjukkan optimisme terhadap potensi kolaborasi antarperusahaan dalam pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. “Ada optimisme yang lebih besar terhadap kerja sama antarperusahaan karena kebutuhan infrastruktur AI dan dampak AI di berbagai industri,” ujar Conzo, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Menurutnya, kerja sama antara Apple dan Intel berpotensi menjadi gambaran awal dari berbagai kolaborasi strategis di masa depan. Penguatan pasar terjadi setelah aksi jual pada perdagangan sebelumnya yang dipicu oleh hasil rapat kebijakan The Fed di bawah pimpinan Kevin Warsh.

Dalam proyeksi terbaru atau dot plot, sembilan dari 18 pejabat The Fed memperkirakan suku bunga masih mungkin naik pada 2026. Warsh, yang memilih tidak memberikan proyeksi pribadi, terus menekankan pentingnya stabilitas harga yang dinilai pasar sebagai sinyal hawkish.

Meskipun demikian, investor mulai fokus pada berbagai data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS. “Ada ketidakpastian, tetapi di balik ketidakpastian itu terdapat sejumlah faktor positif,” kata Conzo, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Ia menyoroti kinerja laba perusahaan yang solid, data ketenagakerjaan Mei yang melampaui perkiraan, serta penjualan ritel yang tetap kuat sebagai penopang optimisme pasar. Secara mingguan, Wall Street menutup pekan perdagangan yang singkat akibat libur nasional dengan kinerja positif, di mana S&P 500 naik 0,9%, Dow Jones menguat 0,7%, dan Nasdaq melesat 2,4%.

Terkini