Menanti Keputusan BI dan Fed, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas

Kamis, 18 Juni 2026 | 12:48:17 WIB
Ilustrasi: Investor menanti keputusan suku bunga BI dan The Fed, IHSG diprediksi bergerak terbatas. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (18/6/2026) diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas. Hal ini disebabkan oleh sikap wait and see para investor terhadap sejumlah agenda krusial dari dalam negeri maupun mancanegara.

Sorotan domestik tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait arah kebijakan suku bunga. Selain itu, investor mencermati hasil MSCI Global Market Accessibility Review, rebalancing indeks FTSE, serta MSCI Annual Market Classification Review.

IHSG diproyeksikan melaju dengan wilayah support pada posisi 6.178-6.058, sementara area resistance berada pada rentang 6.287-6.516. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai investor tidak hanya menantikan putusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), tetapi juga memantau proyeksi ekonomi yang dipublikasikan lembaga tersebut.

“Fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada hasil FOMC (Federal Open Market Committee) The Fed terkait keputusan Fed Rate, serta FOMC Economic Projections, maupun RDG BI dalam rangka pengumuman BI Rate,” ujar Nafan, Rabu (17/6/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Pasar juga mengamati perkembangan geopolitik global, terutama potensi pakta perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang dapat membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Hal tersebut berpotensi menekan nilai minyak mentah dunia hingga ke bawah level 80 dolar AS per barel.

Terkait rekomendasi saham, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menyarankan speculative buy untuk saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dengan support di Rp 750 dan resistance di Rp 830. Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki, juga menyarankan speculative buy untuk PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan support di Rp 1.150 dan resistance di Rp 1.310.

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menyarankan strategi buy on weakness untuk saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) pada kisaran harga Rp 360-Rp 370. Level support saham ISSP berada pada posisi Rp 358, dengan tingkat resistance di Rp 400 dan Rp 414.

Terkini