Kurs Rupiah Hari Ini: Diproyeksi Loyo Menanti Keputusan Suku Bunga Bank

Kamis, 18 Juni 2026 | 12:48:17 WIB
Ilustrasi: Nilai tukar rupiah diproyeksikan melemah jelang keputusan suku bunga Bank Indonesia. (Foto: NET)

JAKARTA – Kurs rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan masih akan mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Sentimen ini muncul seiring sikap pelaku pasar yang menunggu hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia setelah The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya.

Pada Rabu (17/6/2026), nilai tukar rupiah ditutup terkoreksi sebesar 0,21 persen atau turun 37 poin ke level Rp17.762 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak mendatar pada posisi 99,53.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pasar keuangan global tengah dipengaruhi oleh berbagai sentimen krusial yang berdampak pada mata uang negara berkembang. Salah satu sentimen positif datang dari tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

"Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata," kata Ibrahim, Rabu (17/6/2026) sebagaimana dilansir dari sumber berita. Kesepakatan tersebut diharapkan mampu membatasi program pengembangan senjata nuklir Iran serta memulihkan perdagangan minyak negara tersebut.

Fokus pasar kini beralih pada kebijakan moneter Federal Reserve yang baru saja menetapkan suku bunga di rentang 3,50 persen-3,75 persen. "Pasar sangat sensitif terhadap sinyal apa pun tentang apakah para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk pelonggaran di akhir tahun ini," ujar Ibrahim sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Agenda Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar pada 17-18 Juni 2026 juga menjadi sorotan utama bagi investor. Mengingat BI baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada pekan sebelumnya, pertemuan kali ini dinilai sangat krusial.

Ibrahim menilai bahwa langkah agresif BI tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas nilai tukar domestik dari tekanan dolar AS. "Dengan demikian, dalam beberapa waktu terakhir BI telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar, terutama karena rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS," katanya sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Berdasarkan rentetan sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah pada perdagangan Kamis (18/6/2026) akan melemah dalam kisaran Rp17.760 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Terkini